← Beranda
Kebakaran Gresik, Tetangga Merasa Kehilangan Koh Sin
Suryo Eko PrasetyoJumat, 10 Februari 2017 | 16.35 WIB
BERDUKA: Jenazah korban kebakaran Edi Supardi alias Koh Sin dan Nanik Tjandra di RSUD Ibnu Sina, Gresik.



JawaPos.com – Sosok Edi Supardi alias Koh Sin sudah sangat dekat dengan warga kampung.  Demikian halnya istrinya, Nanik Tjandra, yang akrab dengan ibu-ibu. Kepergian mereka menyisakan banyak cerita.


Edi dan Nanik ini hanya tinggal berdua. Mereka tidak punya anak. Keduanya menjalankan usaha toko elektronik tanpa pembantu atau pegawai. Sehabis kerja, Edi suka cangkruk dengan tetangga di depan rumah.


Salah satu yang selalu diingat warga, Edi rajin sekali merawat tanaman yang berjejer di sepanjang gang kampung. Lampu-lampu penerangan untuk gang juga sumbangan mereka. Mereka juga baik kepada anak-anak.


’’Kalau ada sepeda motor ngebut di gang, Koh Sin selalu teriak-teriak marah,” kata Ketua RT 1/RW 5, Kelurahan Singosari, Susilo. Di sisi lain, Edi dikenal humoris. Orangnya suka mbanyol untuk menyenangkan teman. ”Tapi, kalau soal cari nafkah, dia itu pekerja keras,” ungkap Basman, seorang teman dekat Edi.


Kabar meninggalnya Edi alias Koh Sin ini disampaikan tetangganya yang kebetulan kenal dengan Wakil Bupati Moh. Qosim. Kamis pagi itu juga (9/2) Qosim mengajak sejumlah pejabat pemkab untuk melihat jenazah korban untuk kali terakhir di RSUD Ibnu Sina.


Di sana, Qosim bertemu sejumlah kerabat Edi dan Nanik. ”Saya dan Pak Bupati (Sambari Halim Radianto) ikut berdukacita. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” katanya.


Tutik Candrawati, kerabat Edi, mengatakan, keluarganya sangat berduka atas musibah tersebut. ”Terima kasih atas perhatian besar yang sudah diberikan,” ucapnya kepada Qosim. (ris/mar/c17/roz/sep/JPG)

EDITOR: Suryo Eko Prasetyo