← Beranda
Tactical Apparel Makin Masuk Gaya Urban, Bukan Lagi Sekadar Pakaian Lapangan
Rian AlfiantoSenin, 7 September 2026 | 18.50 WIB
Ilustrasi style fashion tactical. (Istimewa)

JawaPos.com - Tactical apparel kini tak lagi identik dengan pakaian untuk aktivitas militer, outdoor, atau pekerjaan berat. Di tengah mobilitas masyarakat urban yang semakin tinggi, pakaian dengan banyak fungsi, nyaman dipakai, tahan lama, dan tetap memiliki tampilan modern mulai dilirik sebagai bagian dari gaya sehari-hari.

Perubahan cara pandang tersebut membuat gaya tactical perlahan menemukan tempat baru di kehidupan masyarakat perkotaan. Bukan hanya melalui pakaian, tetapi juga lewat padanan aksesori dan berbagai perlengkapan fungsional yang mendukung aktivitas tanpa mengorbankan penampilan.

Fenomena inilah yang turut dibahas dalam podcast Choky Sitohang bersama Raditya Dika. Keduanya melihat tactical lifestyle bukan semata-mata sebagai persoalan busana, melainkan bagian dari cara masyarakat modern beradaptasi dengan aktivitas yang semakin beragam.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Pisces 7 September 2026: Mulai dari Cinta, Karier, Kesehatan, dan Keuangan

Dari Pakaian Fungsional Menjadi Gaya Hidup

Pada awalnya, tactical apparel dirancang dengan tujuan yang sangat praktis. Kantong tambahan, material yang kuat, ruang penyimpanan, serta desain yang memungkinkan pemakainya bergerak lebih leluasa menjadi karakter utama pakaian jenis ini.

Namun, kebutuhan tersebut sebenarnya tidak hanya ditemukan di medan outdoor atau pekerjaan lapangan. Masyarakat urban juga menghadapi aktivitas yang menuntut mobilitas tinggi, mulai dari bekerja, bepergian, menghadiri pertemuan, hingga menjalani berbagai aktivitas dalam satu hari.

Karena itu, unsur fungsional dalam tactical apparel mulai beririsan dengan kebutuhan fashion sehari-hari.

“Melalui Tactical Transformation Lifestyle, kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap apparel tactical. Tactical bukan lagi hanya identik dengan aktivitas fisik yang berat, tetapi menjadi pilihan apparel yang mendukung mobilitas dan gaya hidup modern,” ujar perwakilan Cartenz Tactical.

Perubahan tersebut juga terlihat dari cara tactical apparel dipadukan. Celana tactical, jaket dengan banyak kompartemen, vest, tas, hingga aksesori bergaya utilitarian dapat menjadi elemen pelengkap busana urban selama dipilih dan dipadukan secara proporsional.

Aksesori Taktikal Ikut Mengubah Tampilan

Perkembangan gaya tactical juga tidak berhenti pada pakaian. Aksesori menjadi bagian penting karena menawarkan fungsi sekaligus memberikan karakter pada penampilan.

Tas dengan banyak ruang, pouch, topi, hingga perlengkapan yang dirancang untuk memudahkan penyimpanan barang menjadi contoh bagaimana kebutuhan praktis dapat berjalan beriringan dengan gaya.

Dalam konteks ini, pendekatan tactical tidak harus diterjemahkan sebagai penampilan yang serba militer. Justru, elemen tactical dapat digunakan sebagai aksen untuk melengkapi gaya kasual, traveling, maupun pakaian kerja yang membutuhkan fleksibilitas.

Kuncinya terletak pada keseimbangan antara fungsi dan tampilan. Terlalu banyak elemen tactical dapat membuat penampilan terlihat berlebihan, sementara penggunaan satu atau dua item fungsional justru bisa memberikan karakter tanpa menghilangkan kesan modern.

Choky Sitohang: Tactical Lifestyle soal Kesiapan

Choky Sitohang menjadi salah satu figur yang menggambarkan bagaimana tactical apparel dapat digunakan dalam aktivitas yang jauh dari kesan pekerjaan lapangan. Sebagai Brand Ambassador Cartenz Tactical, ia menggunakannya dalam berbagai kegiatan, termasuk podcast, pekerjaan, meeting, traveling, hingga aktivitas sehari-hari.

“Bagi saya, tactical lifestyle itu bukan sekadar pakaian. Ini tentang kesiapan menghadapi aktivitas dengan nyaman, fungsional, dan tetap stylish,” kata Choky Sitohang.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa fungsi pakaian kini semakin berkaitan dengan pola aktivitas pemakainya. Satu pakaian diharapkan mampu mengikuti berbagai situasi, terutama ketika seseorang berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain dalam waktu relatif singkat.

Raditya Dika Melihatnya sebagai Strategi Hidup

Raditya Dika melihat konsep tactical lifestyle dari sudut pandang yang lebih luas. Baginya, karakter tactical tidak hanya terlihat dari apa yang dikenakan, tetapi juga dari cara seseorang mempersiapkan diri menghadapi aktivitas.

“Saya lebih suka repot di depan supaya ke depannya lebih ringan. Tactical lifestyle itu soal strategi hidup, bukan sekadar gaya,” ungkap Raditya Dika dalam podcastnya.

Pernyataan tersebut memperluas makna tactical lifestyle dari sekadar tren fashion menjadi gagasan tentang efisiensi dan kesiapan. Prinsip itu relevan dengan kehidupan urban yang menuntut seseorang membawa lebih banyak kebutuhan sekaligus tetap bergerak secara praktis.

Kenapa Gaya Tactical Relevan untuk Masyarakat Urban?

Ada alasan mengapa pendekatan seperti ini semakin mudah diterima di luar komunitas pengguna tactical tradisional. Masyarakat perkotaan membutuhkan pakaian yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan tanpa harus sering berganti outfit.

Material yang durable menjadi nilai tambah ketika pakaian digunakan dengan intensitas tinggi. Begitu pula dengan desain yang memberikan ruang penyimpanan tambahan, terutama bagi mereka yang membutuhkan akses cepat terhadap barang-barang kecil selama bepergian.

Pada saat yang sama, perkembangan desain membuat elemen fungsional tersebut tidak harus tampil kaku. Potongan yang lebih modern memungkinkan pakaian tactical dipadukan dengan item kasual sehingga lebih mudah masuk ke dalam keseharian.

Pada akhirnya, transformasi tactical apparel menunjukkan bahwa batas antara pakaian fungsional dan fashion semakin cair. Apa yang sebelumnya dirancang untuk kebutuhan khusus kini dapat diadaptasi menjadi bagian dari gaya hidup yang mengutamakan mobilitas, kenyamanan, daya tahan, dan efisiensi.

Percakapan Choky Sitohang dan Raditya Dika tentang tactical lifestyle pun menjadi gambaran dari perubahan tersebut. Tactical tidak lagi harus dipahami sebagai identitas pakaian untuk aktivitas berat, tetapi dapat dilihat sebagai pendekatan berpakaian yang berusaha menjawab kebutuhan masyarakat modern: siap bergerak, praktis, dan tetap memiliki gaya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah