JawaPos.com - Penjualan kompor gas kaca masih menunjukkan pertumbuhan pada semester pertama tahun fiskal 2026, meski kondisi ekonomi makro belum sepenuhnya stabil.
Perubahan preferensi konsumen yang semakin mempertimbangkan tampilan, keamanan, dan ketahanan perangkat rumah tangga menjadi salah satu faktor yang ikut menjaga permintaan produk ini.
Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa kompor rumah tangga kini tidak hanya dipandang sebagai perangkat untuk memasak.
Baca Juga: Tidak Semua Orang Cocok Minum Kopi, Ini 5 Kelompok yang Perlu Waspada
Bagi sebagian konsumen, desain dan kesesuaiannya dengan tampilan dapur ikut menjadi pertimbangan ketika memilih produk.
Marketing Director PT Niko Elektronik Indonesia Tjandra Lianto mengatakan, meningkatnya perhatian terhadap aspek estetika menjadi salah satu perubahan dalam cara konsumen memilih perangkat rumah tangga.
Kompor tidak lagi berdiri sendiri sebagai alat memasak, tetapi menjadi bagian dari tampilan area dapur.
Baca Juga: Hujan Abu Vulkanik Terjadi, Ini Langkah yang Harus dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Erupsi
Di saat yang sama, faktor keamanan dan ketahanan tetap menjadi pertimbangan penting.
Desain yang menarik perlu berjalan beriringan dengan fungsi dan kualitas penggunaan sehari-hari.
Perubahan preferensi semacam ini membuat produsen menghadapi tantangan yang lebih kompleks.
Pertumbuhan penjualan saja tidak cukup apabila tidak diikuti kemampuan menjaga kualitas dan memberikan dukungan kepada konsumen setelah produk digunakan.
Kepercayaan Konsumen Menjadi Penentu
Selain mencatat pertumbuhan penjualan, Niko pada 2026 kembali memperoleh Top Brand Award untuk kategori Kompor Gas Kaca.
Penghargaan tersebut menjadi pencapaian ketiga secara berturut-turut setelah 2024 dan 2025.
Baca Juga: Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini Dampaknya Bagi Kesehatan dan Pentingnya Memakai Masker
Top Brand Award didasarkan pada riset independen yang dilakukan Frontier di 15 kota besar Indonesia.
CEO Frontier sekaligus Founder Top Brand Award Handi Irawan D menjelaskan, indikator tersebut digunakan untuk melihat kekuatan sebuah merek dari sisi pengenalan, pengalaman penggunaan, hingga kecenderungan konsumen memilih kembali produk tersebut.
Bagi industri perangkat rumah tangga, pengukuran tersebut memberikan gambaran lain mengenai persaingan pasar.
Baca Juga: Jangan Panik dan Tetap Waspada, Kenali 4 Status Gunung Api dari Normal hingga Awas
Ketika konsumen memiliki semakin banyak pilihan, kekuatan merek dan pengalaman penggunaan dapat menjadi faktor yang memengaruhi keputusan pembelian.
Pertumbuhan Penjualan Berhadapan dengan Tantangan Layanan
Pertumbuhan permintaan juga membawa kebutuhan lain yang tidak kalah penting, yakni layanan setelah pembelian.
Produk rumah tangga yang digunakan setiap hari membutuhkan akses terhadap garansi, perbaikan teknis, dan suku cadang ketika terjadi masalah.
Baca Juga: Bukan Sekadar Lapar, Melewatkan Sarapan Disebut Bisa Memengaruhi 4 Hal Ini
Niko saat ini menyebut memiliki jaringan layanan purna jual di 32 titik di Indonesia, yang terdiri dari Service Center, Authorized Service Center, hingga Drop Point.
Tjandra mengatakan jaringan tersebut membantu menangani kebutuhan konsumen di berbagai daerah.
“Keberadaan titik servis yang tersebar luas membantu mempercepat penanganan garansi, perbaikan teknis, serta ketersediaan suku cadang resmi bagi para pengguna kompor gas kaca Niko di berbagai kota,” ujar Tjandra.
Bagi pasar kompor gas kaca, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa persaingan tidak berhenti pada desain dan harga.
Baca Juga: Kaya Air dan Nutrisi, 5 Manfaat Makan Semangka di Pagi Hari
Produsen juga dituntut mampu menjaga kualitas produk sekaligus memastikan konsumen mendapatkan dukungan ketika produk sudah digunakan.