JawaPos.com – Memiliki umur panjang tentu menjadi harapan banyak orang. Namun, hidup lama saja belum cukup jika tidak dibarengi dengan kondisi tubuh yang bugar, pikiran yang tetap aktif, dan kehidupan sosial yang sehat.
Kondisi seseorang ketika memasuki usia lanjut dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Genetik memang memiliki peran, tetapi kebiasaan yang dibangun selama bertahun-tahun juga tidak kalah penting.
Menjaga kesehatan pun tidak sebatas rutin berolahraga dan memilih makanan bergizi. Cara seseorang mengelola tekanan, membangun hubungan dengan orang lain, hingga mempertahankan aktivitas mental juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung kualitas hidup.
Dilansir dari Geediting, terdapat sejumlah kebiasaan yang kerap dikaitkan dengan orang-orang yang mampu mempertahankan kesehatan fisik dan mental hingga usia lanjut.
Baca Juga: Jangan Dianggap Sepele, 7 Kebiasaan Ini Konon Bisa Menghambat Aliran Rezeki
Berikut delapan kebiasaan yang bisa dijadikan inspirasi untuk membangun pola hidup lebih sehat.
1. Berusaha Memelihara Pola Pikir Positif
Cara seseorang memandang kehidupan dapat memengaruhi bagaimana ia menghadapi berbagai tekanan. Orang yang memiliki pola pikir lebih optimistis cenderung berusaha melihat masalah sebagai sesuatu yang dapat dihadapi, bukan semata-mata sebagai ancaman.
Sikap tersebut bukan berarti selalu mengabaikan kesulitan atau memaksakan diri untuk bahagia. Justru, kemampuan menerima keadaan dan mencari solusi secara realistis dapat membantu seseorang menghadapi stres dengan lebih baik.
Karena itu, membangun kebiasaan bersyukur, mengenali emosi, dan tidak terlalu larut dalam pikiran negatif dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mental.
2. Tetap Aktif Bergerak
Memasuki usia lanjut bukan alasan untuk berhenti bergerak. Aktivitas fisik justru penting untuk membantu mempertahankan kekuatan tubuh dan kemampuan melakukan berbagai kegiatan sehari-hari.
Tidak selalu harus melakukan olahraga berat. Jalan kaki, berkebun, membersihkan rumah, bersepeda santai, atau melakukan peregangan bisa menjadi pilihan sesuai kondisi tubuh.
Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat membantu menjaga kebugaran jantung, otot, serta tulang. Kebiasaan bergerak juga berkaitan dengan kesehatan otak dan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
3. Menerapkan Mindful Eating
Makan dengan penuh kesadaran atau mindful eating berarti lebih memperhatikan proses makan, bukan sekadar menghabiskan makanan secepat mungkin.
Kebiasaan ini dapat dilakukan dengan makan secara perlahan, mengenali rasa lapar dan kenyang, serta memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi.
Dengan lebih sadar terhadap makanan dan porsinya, seseorang dapat lebih mudah menghindari kebiasaan makan berlebihan. Pola tersebut juga dapat membantu membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan.
4. Mempertahankan Hubungan Sosial
Manusia membutuhkan hubungan dengan orang lain. Memiliki keluarga, sahabat, tetangga, atau komunitas yang suportif dapat memberikan rasa memiliki dan membantu mengurangi perasaan terisolasi.
Interaksi sosial juga memberikan ruang bagi seseorang untuk berbagi cerita, memperoleh dukungan, maupun menjalani aktivitas bersama.
Seiring bertambahnya usia, menjaga hubungan sosial menjadi semakin penting. Rasa terhubung dengan lingkungan sekitar dapat mendukung kesejahteraan psikologis dan membantu seseorang menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupan.
5. Memprioritaskan Tidur Berkualitas
Tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat. Ketika tidur, tubuh mendapatkan kesempatan untuk melakukan berbagai proses pemulihan.
Kebiasaan tidur yang teratur dapat membantu menjaga konsentrasi, suasana hati, dan kemampuan tubuh menjalankan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, membangun jadwal tidur yang konsisten, menciptakan lingkungan kamar yang nyaman, serta mengurangi aktivitas yang mengganggu waktu tidur dapat menjadi kebiasaan yang bermanfaat.
6. Memiliki Cara Sehat untuk Mengelola Stres
Masalah dan tekanan merupakan bagian dari kehidupan. Yang membedakan adalah bagaimana seseorang merespons dan mengelolanya.
Orang yang memiliki kebiasaan sehat dalam menghadapi stres dapat memilih berbagai aktivitas yang membuat pikiran lebih tenang. Misalnya, meditasi, berdoa, menulis jurnal, menikmati alam, melakukan hobi, atau berbicara dengan orang yang dipercaya.
Mengabaikan stres secara terus-menerus bukanlah solusi. Mengenali sumber tekanan dan mencari cara yang sehat untuk menghadapinya dapat membantu menjaga keseimbangan emosional.
7. Terus Memberikan Tantangan kepada Otak
Menjaga tubuh tetap aktif perlu diimbangi dengan menjaga otak tetap terstimulasi. Aktivitas yang melibatkan proses berpikir dapat menjadi cara sederhana untuk mempertahankan keterampilan kognitif.
Membaca buku, mempelajari bahasa baru, menulis, bermain permainan strategi, mengerjakan teka-teki, atau mempelajari keterampilan baru dapat menjadi pilihan.
Hal terpenting bukan jenis aktivitasnya, melainkan adanya kemauan untuk terus belajar dan mencoba sesuatu yang baru. Kebiasaan tersebut dapat membantu seseorang tetap aktif secara mental seiring bertambahnya usia.
8. Memiliki Tujuan dalam Hidup
Memiliki alasan untuk bangun dan menjalani aktivitas setiap hari dapat memberikan rasa bermakna. Tujuan tersebut tidak harus selalu berkaitan dengan pekerjaan atau pencapaian besar.
Bagi sebagian orang, tujuan hidup bisa berupa menghabiskan waktu bersama keluarga, merawat tanaman, membantu orang lain, menjalankan hobi, atau berbagi pengalaman dengan generasi berikutnya.
Rasa memiliki tujuan dapat memberikan motivasi sekaligus membantu seseorang merasa bahwa dirinya tetap memiliki peran. Hal tersebut penting bagi kesejahteraan psikologis, terutama ketika memasuki fase kehidupan dengan perubahan yang semakin banyak.