← Beranda
Cara Menata Keuangan Setelah Kantong Terkuras Selama Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 2026
Abdul RahmanKamis, 9 April 2026 | 07.58 WIB
Ilustrasi Menata Keuangan (dok. freepik.com)

 

JawaPos.com - Setelah menjalani bulan suci Ramadhan dan merayakan Lebaran Idul Fitri 2026, banyak orang merasakan kondisi keuangan semakin menipis. Hal itu wajar mengingat pengeluaran untuk kebutuhan buka puasa, sahur, zakat, sedekah, mudik, belanja Lebaran, hingga THR, sering kali membuat kantong terkuras.

Tingginya pengeluaran selama Ramadhan dan Lebaran 2026 lalu dibenarkan oleh Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari. Menurutnya, terdapat lonjakan transaksi cukup siginifikan selama bulan Ramadhan dan momen Lebaran.

"Kami mencatat aktivitas transaksi di aplikasi ShopeePay memuncak selama periode Ramadhan. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengandalkan layanan keuangan digital, seiring meningkatnya penggunaan untuk mengirim THR ke keluarga serta memenuhi kebutuhan harian seperti pembelian makanan untuk berbuka dan beragam voucher digital,” ujar Eka dalam keterangannya.

Setelah Lebaran, Eka Nilam Dari mengakui terjadi penurunan transaksi masyarakat melalui platform belanja digital. Dia menduga, masyarakat saat ini sedang menata kembali keuangan mereka setelah banyak pengeluaran selama Ramadhan dan Lebaran.

Baca Juga: Cara Kanwil Kemenag DIY Perkuat Transformasi Pembelajaran Digital di Lingkungan Madrasah

“Kami ingin mendukung pengguna untuk kembali ke rutinitas pasca Ramadhan dan Lebaran dengan transaksi sehari-hari menjadi lebih hemat melalui kampanye ShopeePay Paling Hemat," katanya lebih lanjut.

Media Gathering yang bertajuk Aplikasi ShopeePay 11.11 Serba Hemat/(Dok.Istimewa)
Media Gathering yang bertajuk Aplikasi ShopeePay 11.11 Serba Hemat/(Dok.Istimewa)

Penting kiranya untuk segera menata kembali keuangan pasca Lebaran agar kondisi finansial dapat kembali stabil supaya terhindar dari permasalahan keuangan pada bulan-bulan mendatang.

Menata keuangan setelah Ramadhan dan Lebaran bukan hanya soal menghemat, tapi juga membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memulihkan kondisi keuangan secara bertahap.

1. Manfaatkan Diskon dan Promo

Meski berusaha mengerem pengeluaran, terdapat sejumlah barang yang tetap harus dibeli atau dana harus dialokasikan untuk menunjang hidup dan aktivitas sehari-hari usai Lebaran.

Kebutuhan dasar seperti pulsa, transportasi, hingga belanja harian dapat dioptimalkan dengan menekan pengeluaran dengan memanfaatkan promo atau diskon.

Selain itu, salah satu kebiasaan yang mulai banyak diterapkan adalah memanfaatkan sistem reward atau poin dari transaksi harian yang dilakukan. Dengan cara ini, pengeluaran tetap berjalan namun ada nilai tambah yang bisa didapatkan kembali berupa dari potongan harga hingga hadiah tertentu sesuai kebijakan platform.

Usahakan untuk tidak memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan cara berutang atau melakukan pinjaman. Namun jika terpaksa, manfaatkan cicilan tanpa bunga untuk menjaga arus kas tetap stabil.

2. Susun Kembali Anggaran Bulanan

Setelah mengetahui kondisi keuangan pasca Lebaran, segera buat anggaran baru untuk bulan berikutnya. Prioritaskan kebutuhan utama seperti makan dan kebutuhan rumah tangga, tagihan listrik, air, dan internet, cicilan atau utang, biaya pendidikan, dan transportasi.

Hindari pengeluaran yang bersifat konsumtif atau tidak mendesak untuk sementara waktu. Fokus pada pemulihan keuangan hingga kondisi kembali stabil.

3. Tunda Belanja yang Tidak Mendesak

Usai Lebaran, godaan belanja sering kali masih tinggi, terutama karena ada promo atau diskon besar-besaran. Namun, menunda pembelian barang yang tidak penting adalah langkah bijak untuk menjaga keuangan tetap sehat.

Tanyakan pada diri sendiri sebelum membeli sesuatu, apakah ini kebutuhan atau hanya keinginan?. Jika jawabannya adalah keinginan, sebaiknya ditunda sampai kondisi keuangan benar-benar pulih.

4. Prioritaskan Melunasi Utang atau Cicilan

Jika selama Ramadhan dan Lebaran Anda menggunakan kartu kredit, pinjaman online, atau berutang kepada keluarga, segera buat rencana pelunasan. Utang yang dibiarkan terlalu lama bisa menumpuk dan menimbulkan beban finansial yang lebih berat.

5. Mulai Menabung Kembali

Setelah pengeluaran besar selama Ramadhan dan Lebaran, menabung mungkin terasa sulit. Namun, menabung tetap penting dilakukan untuk membangun kembali dana darurat.

Tidak perlu langsung dalam jumlah besar. Mulailah dari nominal kecil, misalnya Rp 10.000 per hari, Rp 50.000 per minggu, atau 5–10 persen dari penghasilan bulanan.

EDITOR: Abdul Rahman