← Beranda
7 Tips Memilih Baju Lebaran Anti Gerah: Rahasia Lifestyle Ramadhan untuk Tampil Nyaman Maksimal
Juwanda Olivia SyafitriKamis, 5 Maret 2026 | 00.20 WIB
Memilih baju lebaran ini untuk Lifestyle Ramadhan yang lebih nyaman. (freepik)

JawaPos.com – Salah satu persiapan yang dilakukan untuk menunjang ibadah dan silaturahmi saat Ramadhan hingga Lebaran adalah busana. Pemilihan busana yang nyaman menjadi kunci utama disamping model.

Tips memilih baju lebaran yang nyaman dan anti gerah sangat penting diperhatikan mengingat kondisi cuaca yang sering kali tidak menentu. Hal ini bertujuan agar aktivitas luar ruangan maupun pertemuan keluarga tidak terganggu oleh rasa gerah.

Berikut langkah-langkah praktis dalam menentukan busana terbaik untuk baju Lebaran yang nyaman dan anti gerah ini mencakup berbagai aspek. Mulai dari pemilihan bahan hingga detail teknis jahitan.

Baca Juga: Garda Revolusi Iran: Tak Satu pun Kejahatan dan Pembunuhan Amerika-Israel Akan Dibiarkan Tanpa Balasan

Utamakan Kain Serat Alami

Kunci utama kenyamanan pakaian saat cuaca panas terletak pada kemampuan sirkulasi udara melalui pori-pori kain yang digunakan. Dilansir dari Aza Fashions, Selasa (27/1). Kain katun merupakan pilihan utama karena sifatnya yang lembut dan efektif menyerap keringat.

Selain katun, bahan linen juga sangat direkomendasikan karena memiliki tenunan alami yang memungkinkan panas tubuh keluar dengan mudah. Bahan ini memberikan kesan elegan
meski memiliki tekstur yang mudah kusut namun tetap terasa dingin di kulit.

Pilihan lain yang bisa dipertimbangkan adalah kain semi sintetis seperti rayon dan viscose
yang memiliki sirkulasi udara menyerupai katun. Kain-kain ini menawarkan tampilan mewah
dengan tekstur jatuh yang halus namun tetap menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Pilih Siluet Longgar dan Nyaman

Siluet busana yang longgar sangat menentukan tingkat kelembapan tubuh karena memberikan ruang bagi udara untuk bergerak bebas. Dipan dari Alibaba, Senin (2/3). Gaun dengan potongan A-line atau siluet longgar lebih mampu menampung kenyamanan saat beribadah maupun berkumpul.

Bagi wanita, penggunaan model kaftan atau celana sharara yang lebar sangat disarankan karena tidak menempel ketat pada bagian tubuh. Potongan seperti ini jauh lebih praktis dan menyejukkan dibandingkan penggunaan legging atau celana yang terlalu ketat.

Untuk pria, potongan kurta linen atau pengaturan Pathani yang longgar menjadi opsi ideal agar tetap tampil rapi tanpa merasa sesak. Pastikan ukuran yang dipilih memberikan ruang gerak yang cukup, terutama pada bagian bahu dan pinggang.

Perhatikan Akurasi Ukuran Badan

Kesesuaian ukuran menentukan kepercayaan diri serta daya tahan busana saat dikenakan dalam waktu yang cukup lama. Dilansir dari Alibaba, Senin (2/3). Ukuran label pada pakaian siap pakai sering kali bervariasi antar merek sehingga tidak bisa dijadikan patokan tunggal.

Sangat disarankan untuk melakukan pengukuran akurat pada lingkar dada, pinggang, pinggul, lebar bahu, hingga panjang lengan sebelum membeli. Jika memungkinkan, pilihlah layanan penjahitan atau penyesuaian kecil untuk memastikan pakaian benar-benar pas di tubuh.

Lakukan sesi pengepasan atau fitting setidaknya 10 hingga 14 hari sebelum hari Raya Idul Fitri tiba. Waktu ini sangat krusial untuk melakukan perbaikan struktur utama maupun penyempurnaan detail agar busana nyaman dipakai saat sujud atau ruku.

Gunakan Warna Pastel yang Menyejukkan

Pemilihan warna tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga berpengaruh pada penyerapan panas dari sinar matahari. Dilansir dari Aza Fashions, Selasa (27/1). Warna-
warna pastel seperti hijau mint, biru muda, dan peach sangat efektif memberikan kesan segar. 

Warna putih klasik tetap menjadi pilihan paling ikonik karena sifatnya yang memantulkan cahaya matahari dan menjaga tubuh tetap sejuk. Hindari penggunaan warna gelap jika banyak beraktivitas di siang hari karena cenderung menangkap panas lebih lama.

Kombinasi warna yang lembut juga membantu menciptakan tampilan yang tenang dan tidak mencolok secara visual. Hal ini selaras dengan semangat Ramadhan yang mengutamakan
keutamaan namun tetap terlihat ramah dan bersih.

Hiasan dan Bordir Berat Minimalis yang Detail 

Detail hiasan seperti payet atau sulaman yang terlalu padat di area leher dan punggung dapat memicu iritasi pada kulit. Dilansir dari Alibaba, Senin (2/3). Penempatan hiasan sebaiknya difokuskan pada area yang tidak mengganggu gerakan, seperti ujung lengan atau bawah gaun.

Pilih motif bordir datar atau jahitan tonal halus bagi pemilik kulit sensitif atau untuk pakaian anak-anak. Hiasan yang berlebihan pada area lengan juga dapat membatasi mobilitas saat menyajikan hidangan atau menggendong anggota keluarga.

“Busana Idul Fitri yang autentik menyeimbangkan perayaan dan ketenangan. Busana yang paling berkesan bukanlah yang paling mencolok melainkan busana yang mengutamakan kenyamanan berkat keahliannya," Ayesha Rahman, Pendiri Khadiya Atelier/Alibaba.

Pastikan Kain Tidak Tembus Pandang

Meskipun mengutamakan bahan yang ringan, aspek kesopanan dan keburaman kain tetap menjadi standar yang tidak boleh diabaikan. Dilansir dari Alibaba, Senin (2/3). Cara termudah memastikannya adalah dengan mengangkat kain ke arah cahaya alami untuk melihat tingkat transparansinya.

Jika garis luar jari terlihat jelas di balik kain, maka pakaian tersebut memerlukan lapisan tambahan atau furing agar tetap sopan. Namun, pastikan kain pelapis tersebut juga menggunakan bahan yang mudah bernapas agar tidak menambah rasa gerah.

Hindari penggunaan bahan seperti sifon atau organza satu lapis tanpa furing karena dapat mengurangi kenyamanan dan nilai kesopanan. Pilihlah bahan yang memiliki struktur kuat
namun tetap ringan sehingga bentuk busana tetap terjaga sepanjang hari.

Cermati Kemudahan Perawatan Busana

Sebelum membeli, periksa perawatan label untuk memastikan apakah pakaian tersebut bisa dicuci di rumah atau harus melalui proses dry cleaning . Dilansir dari Alibaba, Senin (2/3). Busana yang mudah dicuci dengan air dingin akan lebih praktis untuk penggunaan jangka panjang.

Perhatikan juga kualitas jahitan, seperti penggunaan jahitan ganda pada titik rawan seperti bawah lengan dan bagian leher. Jahitan yang kuat memastikan baju tidak mudah rusak setelah dicuci berulang kali meski sering digunakan untuk aktivitas aktif.

Busana yang baik adalah busana yang tetap fungsional bahkan setelah perayaan lebaran usai dilaksanakan. Pakaian yang berkualitas memungkinkan Anda untuk memadupadannya kembali dengan pakaian santai lainnya untuk berbagai acara formal maupun kasual.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah