← Beranda
Jangan Lupa, Lakukan 9 Tips Mengajak Anak Liburan ke Kebun Binatang tetap Aman dan Nyaman
Wella Novita AndrianiRabu, 22 Mei 2024 | 17.35 WIB
Anak kecil ke kebun binatang./Freepik

JawaPos.com - Hampir semua anak suka binatang. Menurut penelitian, bermain dengan binatang memang bermanfaat untuk perkembangan psikologi dan kesehatan fisik anak-anak.

Kebun binatang adalah tempat di mana hewan-hewan hidup di penangkaran dan dipajang agar dapat dilihat orang. Kata 'kebun binatang' adalah kependekan dari 'taman zoologi'.

Namun, binatang itu tidak hanya sebatas binatang peliharaan. Kebun binatang berisi berbagai macam hewan yang berasal dari seluruh belahan bumi.

Dengan bermain sambil belajar, secara tidak langsung anak akan lebih semangat untuk belajar, terutama tentang hal-hal baru.

Meskipun manusia telah memelihara hewan liar selama ribuan tahun, koleksi tersebut tidak selalu menyerupai kebun binatang modern.

Kebun binatang pertama diciptakan sebagai koleksi pribadi oleh orang -orang kaya untuk menunjukkan kekuasaan mereka. Koleksi pribadi ini disebut menageries.

Kebun binatang bisa menjadi pilihan yang menyenangkan karena anak kecil dapat mempelajari seluk-beluk dunia fauna.

Sebelum memilih kebun binatang yang akan dikunjungi, dikutip dari wordpress.com memaparkan tips-tips agar anak tetap aman dan nyaman:

1. Orang dewasa untuk 1 anak

Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti anak hilang atau tersesat, pastikan 1 orang anak diawasi oleh 1 orang dewasa.

2. Gunakan pakaian berwarna terang

Saat bepergian ke tempat ramai, biasakan untuk mengenakan pakaian berwarna terang. Dengan busana yang mencolok, anggota keluarga akan mudah ditemukan saat terpisah di keramaian.

3. Sisipkan data diri

Tak ada orang tua yang ingin anaknya hilang di tempat umum. Siapkan data diri seperti nama, nomor ponsel, dan alamat, tulis di sehelai kertas atau karton, lalu tempelkan dengan selotip di bagian dalam sepatu anak.

Jika pegangan anak terlepas dan tersesat di tengah keramaian, informasi ini dapat memudahkan orang lain untuk menginformasikan keberadaan anak.

4. Hafalkan lokasi toilet umum

Setelah memasuki area kebun binatang, segera cari lokasi toilet umum. Saat anak kebelet buang air, sudah tau dimana lokasi toilet paling dekat.

Jangan lupa, ajak si kecil untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah menjelajahi kebun binatang.

5. Hindari kandang hewan yang ditakuti anak

Jangan biarkan acara liburan keluarga berubah menjadi trauma. Hindari kandang hewan yang tidak disukai atau membuat anak ketakutan. Biarkan anak tetap ceria dan tidak bad mood.

6. Kunjungi area baby zoo

Di beberapa kebun binatang terdapat area baby zoo atau bayi hewan yang dibiarkan bebas tanpa kandang atau pagar pembatas.

Di area ini, para pengunjung dapat dengan bebas bermain atau berfoto bersama binatang-binatang lucu.

7. Bawa bekal makanan

Membawa bekal makanan dari rumah selain dapat menghemat pengeluaran, juga menjamin kesehatan anak. Makanan yang dimasak sendiri bisa terjamin kesehatan dan kebersihannya.

8. Tidak memberi makanan sembarangan pada satwa

Di semua kandang kebun binatang ada papan larangan untuk memberi makan satwa.

Papan ini bukan hanya pajangan semata, sebagian wisatawan Indonesia masih mengabaikan larangan ini, padahal risiko tersebut sangat mengancam keselamatan satwa.

9. Cari tahu waktu feeding time

Carilah informasi mengenai jadwal feeding time hewan. Lakukan booking pada situs jual tiket online yang memiliki banyak harga promo.

Mengajak anak-anak ke kebun binatang memiliki banyak manfaat,dikutip dari parentsworld.id memaparkan seperti membantu anak dalam:

Meningkatkan motivasi belajar dengan bermain sambil belajar, sehingga anak lebih tertarik untuk belajar, terutama tentang hal-hal baru.

Bereksplorasi dan mengembangkan kemampuan motorik dan akademiknya dengan belajar di lingkungan baru.

Mengatasi rasa takut dengan beragamnya binatang dengan ukuran dan bentuk yang bervariasi sehingga anak belajar mengendalikan rasa takut.

Memahami aturan dengan mengunjungi tempat baru yang mengharuskan anak mematuhi peraturan yang berlaku di tempat tersebut.

EDITOR: Hanny Suwindari