JawaPos.com – Minum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Pekerja di perkotaan sering menghabiskan waktu bersama teman-teman minum kopi usai pulang bekerja. Kebiasaan ini dimanfaatkan banyak anak muda membuka bisnis kedai kopi.
Hampir setiap pekan kedai kopi bermunculan. Masing-masing kedai kopi menawarkan konsep yang beraneka ragam. Di tengah geliat pertumbuhan kedai kopi, ada pula kedai kopi yang tidak bertahan lama. Banyak juga kedai kopi yang terpaksa gulung tikar karena tergerus persaingan.
Salah satu pengusaha kopi, pemilik kedai CoffeeSmith di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Cindy Herlin Marta konsisten mengembangkan bisnisnya. Ditemui di Kuningan City, Kamis (9/2) sebagai Ketua Pelaksana Indonesia Coffee Event (ICE) 2017, Cindy berbagi kiat jitu untuk meraih sukses dalam mengembangkan bisnis kedai kopi.
“Kebetulan saya juga buka kedai kopi. Saya suka kopi dan menekuni kopi. Dulunya saya di performing art dan sampai keluar dari pekerjaan saya untuk menggeluti dan fokus di bisnis ini,” jelas Cindy.
Totalitas
Membuka bisnis kedai kopi jangan setengah hati. Lakukan sesuai keinginan awal untuk mengembangkan kedai kopi yang diminati pengunjung. Fokus dan sabar. “Saya jadi barista enggak langsung enak kayak gini ya, dulu tuh ngepel nyuci juga. Lalu, benar-benar nyobain jadi barista gimana sih, tantangannya apa sih,” tegas Cindy.
Jangan Instan
Banyak orang berharap hanya pada hasil akhir yang sukses. Berbisnis membutuhkan ketekunan. Terjun langsung di usaha tersebut perlu dilakukan. Cindy juga langsung terjun ke kebun kopi dan menggali pengetahuan dari berbagai petani kopi. “Bukan cuma hasilnya doang, tapi benar-benar harus mengetahui,” tuturnya.
Berani Ambil Risiko
Jangan pernah berharap meraih untung dalam waktu cepat. Banyak kendala yang harus siap diatasi saat terjun ke bisnis ini. “Kalau berharap bikin kopi shop untung, sejujurnya enggak begitu menguntungkan karena kita jual kualitas. Risikonya besar. Misalnya banyak masalah seperti baristanya salah, atau owner enggak tahu masalahnya apa, lalu ada curang dari pegawai, mesin rusak, ini harus dihadapi,” tegasnya. (cr1/JPG)