← Beranda
Kuliner Murah di Kota Malang: Challenge Makan Lebih dari 3 Tempat Hanya dengan Modal 20 Ribu
Leni Setya Wati• Selasa, 25 November 2025 | 14.30 WIB
Kuliner Murah di Kota Malang (Tangkapan layar YouTube tanboy kun)

JawaPos.com - Kota Malang tidak hanya terkenal sebagai kota dingin dengan deretan kampus besar, tetapi juga dipenuhi kawasan tematik yang unik.

Di balik nuansa modernnya, Malang menyimpan kampung-kampung kreatif seperti Kampung Warna-Warni dan Kampung Graffiti.

Setiap sudutnya tampil seperti galeri terbuka, penuh karya mural dan warna ceria yang menciptakan suasana yang hidup.

Saat sedang berada di Malang, Tanboy Kun atau yang akrab disapa Bara ini menyempatkan diri mengunjungi salah satu kampung tematik Kampung 3D yang masih berada di area Kampung Warna-warni Jodipan Malang.

Setelah puas berkeliling menikmati karya seni jalanan, ia pun menerima sebuah tantangan kuliner: makan di minimal tiga tempat dengan modal hanya Rp20.000!

Bara langsung menjelajah kota, mencari kuliner murah, enak, dan legendaris. Berikut rekomendasi makanan hemat Kota Malang yang berhasil ia temukan dan dibagikan melalui akun YouTubenya, tanboy kun.

1. Soto Gunung Mbah Djie – Harga Rp5.000

Destinasi pertama Bara adalah Soto Gunung Mbah Djie, kedai soto kaki lima yang buka mulai pukul 06.30 pagi.

Berlokasi tidak jauh dari area kampus, tempat ini populer karena harganya yang benar-benar ramah di kantong yakni hanya Rp5.000 per porsi.

Satu porsinya sudah berisi nasi, kol, tauge, daun seledri, bawang putih goreng, dan potongan ayam.

Yang membuat soto ini istimewa adalah kuah kaldunya yang sangat wangi berkat rempah seperti serai, daun jeruk purut, daun salam, kapulaga, cengkeh, jahe merah, dan berbagai bumbu lainnya.

Rasanya gurih, segar, sedikit asam dari daun jeruk, dan cocok untuk cuaca Malang yang dingin di pagi hari.

Jika ingin porsi lebih besar, cukup tambah Rp4.000 saja. Tersedia juga sate-satean seharga Rp3.000 per tusuk.

Untuk harga Rp5.000, rasa soto ini terasa luar biasa—benar-benar cocok untuk mahasiswa maupun backpacker.

2. Pecel Bang Black / Pecel Mek Rp 5000 – Harga Rp5.000

Temuan kedua Bara adalah Pecel Bang Black, pecel legendaris harga hemat yang hanya dibanderol Rp5.000 untuk seporsi penuh.

Dalam satu porsi, pembeli akan mendapatkan nasi yang cukup banyak, sayur rebus yang crunchy, tauge, kemangi, timun, tempe, dan peyek.

Bumbu kacangnya gurih, tidak terlalu medok namun tetap memberikan rasa nikmat dan segar saat berpadu dengan sayuran.

Menu ini juga cocok untuk pengunjung vegan, karena isiannya didominasi sayur dan kacang.

Jika ingin tambahan lauk, bisa menjadi Rp10.000–Rp15.000 sesuai pilihan. Sate-sateannya dibanderol Rp4.000 per tusuk.

Pecel ini menjadi solusi tepat bagi siapa pun yang ingin makan kenyang dengan modal minim.

3. Bakso Kerikil Pak Ri – Harga Rp6.000

Untuk menyelesaikan tantangan, Bara kemudian memilih Bakso Kerikil Pak Ri—bakso unik dengan ukuran kecil-kecil sehingga disebut “kerikil”.

Harganya sangat terjangkau hanya Rp6.000 per porsi. Satu mangkuk berisi bakso kecil, tahu putih, kol, daun bawang, pangsit, serta kuah bening yang gurih.

Rasa kaldunya cukup kuat namun tetap ringan, cocok untuk sarapan atau camilan hangat. Ciri khas lainnya adalah penggunaan kol mentah yang memberikan sensasi crunchy saat disantap.

Sambal di Malang umumnya pedas, jadi Bara menyarankan untuk berhati-hati saat menambahkannya. Warung ini buka mulai pukul 09.00 hingga habis.

4. Mie Pangsit di Bawah Flyover – Harga Rp4.000

Masih memiliki sisa uang Rp4.000, Bara melanjutkan perburuan. Hingga akhirnya ia menemukan mie pangsit legendaris di bawah flyover, yang pertama kali berdiri pada tahun 1985.

Dulu harganya hanya Rp150–Rp300, dan hingga kini tetap murah meriah yaitu Rp4.000 per porsi.

Mie di sini tidak memakai potongan ayam, makanya disebut mie pangsit, bukan mie ayam.

Toppingnya berupa pangsit tabur, daun bawang, bawang goreng, sawi hijau, dan mie lurus buatan sendiri yang kenyal.

Aromanya wangi minyak bawang dan lada yang khas. Kuahnya bening, gurih, dan ringan. Untuk porsi lebih banyak, tersedia pilihan dengan harga Rp8.000.

Tempat ini selalu ramai, terutama ketika jam pulang sekolah, karena harganya sangat terjangkau.

Jadi, dengan modal Rp20.000, Tanboy Kun berhasil menaklukkan tantangan kulineran hemat di Kota Malang.

Mulai dari soto dan pecel yang hanya seharga Rp5.000, bakso kerikil Rp6.000, hingga mie pangsit Rp4.000—semuanya menawarkan rasa yang memuaskan dengan harga ramah di kantong.

Buat kamu yang sedang hemat, backpackeran, atau baru turun dari Gunung Semeru dan mampir di Stasiun Malang, rekomendasi kuliner murah ala Tanboy Kun ini bisa jadi pilihan terbaik untuk mengisi perut tanpa menguras budget. Selamat mencoba!

EDITOR: Novia Tri Astuti