← Beranda
Pahami Risiko Penyakit Jantung Lebih Menyeluruh, Pemeriksaan Lipid Kini Dilengkapi Lp(a) dan Apo-B
Dinarsa Kurniawan• Rabu, 23 September 2026 | 06.32 WIB
Seminar World Heart Day 2026 membahas pentingnya pemeriksaan lipid untuk memahami risiko kesehatan jantung secara lebih menyeluruh. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu perhatian utama dalam menjaga kualitas hidup, terutama ketika faktor risikonya kerap tidak disadari sejak awal.

Pemeriksaan kesehatan pun kini diarahkan untuk memberikan gambaran yang lebih utuh agar risiko dapat dikenali dan langkah pencegahan dilakukan lebih tepat. Pemahaman terhadap kadar kolesterol menjadi salah satu bagian penting dalam menilai kesehatan jantung. Namun, hasil pemeriksaan tersebut perlu dilihat bersama berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi risiko kardiovaskular.

“LDL-C merupakan salah satu parameter penting dalam menilai risiko kardiovaskular,” ujar drs. Adhi Pasha Dwitama, MKK, dalam seminar World Heart Day 2026 bertema The Heart of Longevity: Living Well, Living Longer di Hotel Gran Meliá Jakarta.

Menurut Adhi, pada kondisi tertentu dokter juga membutuhkan informasi tambahan untuk mendapatkan gambaran risiko pasien secara lebih lengkap. Dua parameter yang dapat memberikan informasi tersebut adalah Lipoprotein(a) atau Lp(a) dan Apolipoprotein B (Apo-B).
“Informasi tambahan seperti Lp(a) dan Apo-B dapat membantu dokter memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai profil risiko pasien,” katanya.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan pemeriksaan kesehatan kardiovaskular. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) memperkenalkan Advanced Lipid Profile, yang mengintegrasikan sejumlah parameter lipid dengan faktor klinis untuk memberikan gambaran risiko kardiovaskular secara lebih menyeluruh.

Berbeda dari pemeriksaan profil lipid yang umumnya mencakup kolesterol total, LDL-C, HDL-C, dan trigliserida, Advanced Lipid Profile turut mencakup pemeriksaan Lp(a) dan Apo-B.

Hasil pemeriksaan tersebut kemudian dipertimbangkan bersama sejumlah faktor klinis. Di antaranya usia, jenis kelamin, tekanan darah, indeks massa tubuh (IMT), lingkar perut, kebiasaan merokok, serta diabetes. “Yang terpenting adalah bagaimana hasilnya dapat dipahami dan digunakan secara tepat,” ujar Adhi.

Dengan pendekatan tersebut, hasil pemeriksaan laboratorium dapat dilengkapi interpretasi klinis yang terstruktur. Informasi yang diberikan mencakup kategori risiko kardiovaskular, kategori dislipidemia, serta target terapi lipid yang mengacu pada pedoman klinis yang relevan.

Commercial & Partnership Director Prodia Indriyanti Rafi Sukmawati mengatakan pendekatan tersebut diharapkan membuat hasil pemeriksaan lebih mudah dipahami oleh dokter maupun pasien. “Kami ingin membantu dokter dan masyarakat memperoleh gambaran risiko kardiovaskular yang lebih menyeluruh,” kata Indriyanti.

Menurut dia, pemanfaatan data pemeriksaan menjadi bagian dari pengembangan layanan kesehatan yang semakin personal. Dengan informasi klinis yang relevan, hasil pemeriksaan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah preventif.
“Harapannya, hasil pemeriksaan tidak berhenti sebagai angka, tetapi menjadi informasi yang lebih bermakna,” ujarnya.

Advanced Lipid Profile dapat menjadi salah satu pilihan pemeriksaan bagi orang dewasa, terutama mereka yang memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular. Kelompok tersebut antara lain orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas, hipertensi, diabetes atau prediabetes, sindrom metabolik, riwayat keluarga penyakit jantung pada usia dini, maupun riwayat dislipidemia.

Pemeriksaan tersebut juga dapat digunakan sebagai bagian dari medical check-up preventif atau pemantauan kondisi lipid sesuai kebutuhan dan rekomendasi dokter.

Dalam seminar yang digelar bertepatan dengan momentum World Heart Day 2026 itu, Adhi juga mengingatkan pentingnya melihat kesehatan jantung secara menyeluruh.
“Risiko kesehatan jantung tidak ditentukan oleh satu angka kolesterol,” tuturnya.

Advanced Lipid Profile juga menjadi salah satu penerapan awal Laboratory Clinical Decision Support (CDS) dengan dukungan Abbott untuk Prodia.

Pendekatan tersebut menggabungkan hasil pemeriksaan laboratorium dengan informasi pendukung sehingga dokter memiliki bahan pertimbangan tambahan ketika berdiskusi dengan pasien mengenai kondisi dan risiko kesehatan kardiovaskular. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan