← Beranda
Mengenal Prosedur LASIK dan Persiapan yang Perlu Dilakukan Sebelum Operasi Mata
Tazkia Royyan HikmatiarRabu, 17 Juni 2026 | 05.49 WIB
Dokter melakukan tindakan operasi mata katarak di RS Puri Cinere, Depok, Jawa Barat. (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com – LASIK atau Laser-Assisted In Situ Keratomileusis menjadi salah satu pilihan untuk mengoreksi gangguan refraksi seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hiperopia), dan mata silinder (astigmatisme). Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan laser untuk membentuk kembali kornea sehingga cahaya dapat difokuskan dengan tepat ke retina.

Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC @ Menteng, dr. Devina Nur Annisa, Sp.M (K), mengatakan LASIK tidak hanya bertujuan memperbaiki ketajaman penglihatan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari.

"LASIK hadir sebagai salah satu pilihan koreksi refraksi yang dapat membantu pasien melihat lebih jelas dan beraktivitas lebih bebas. Namun, yang terpenting adalah memastikan pasien memahami manfaat, proses, kriteria, serta potensi efek sampingnya melalui konsultasi dan pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu," ujarnya kepada wartawan, Selasa (16/6).

Baca Juga: 10 Pertanyaan yang Secara Alami Diajukan oleh Orang-Orang yang Mudah Disukai dan Hampir Tak Pernah Terpikirkan oleh Orang yang Canggung

Sebelum menjalani LASIK, ia menjelaskan bahwa pasien perlu melalui lima tahapan pemeriksaan pra-LASIK, yakni pemeriksaan refraksi, pentacam, biometri, keratograph, dan fundus. Pemeriksaan tersebut bertujuan menilai ketajaman penglihatan, bentuk dan ketebalan kornea, ukuran struktur mata, kondisi permukaan mata, hingga kesehatan retina.

Secara umum, kandidat LASIK adalah mereka yang berusia minimal 18-20 tahun, memiliki ukuran kacamata yang stabil setidaknya selama satu tahun terakhir, ketebalan kornea yang cukup, serta tidak memiliki infeksi mata berat, gangguan retina, glaukoma, atau mata kering berat. Wanita yang sedang hamil juga belum dianjurkan menjalani prosedur ini karena perubahan hormonal dapat memengaruhi stabilitas ukuran mata.

Adapun prosedur LASIK sendiri, kata dr. Devina berlangsung relatif singkat, sekitar 10-20 menit untuk kedua mata. Tahapannya meliputi pemberian obat tetes anestesi, pembuatan lapisan tipis pada kornea, penggunaan laser untuk membentuk ulang jaringan kornea, kemudian mengembalikan lapisan kornea ke posisi semula tanpa jahitan.

Baca Juga: COO Danantara Dony Oskaria Yakin Kenaikan Harga Pertamax Tak Berdampak ke Inflasi

Setelah tindakan, pasien dianjurkan menggunakan obat tetes sesuai petunjuk dokter, menjaga kebersihan mata, menghindari penggunaan riasan mata sementara waktu, serta menunda aktivitas berat dan berenang selama masa pemulihan awal.

Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC @ Menteng, dr. Ferdiriva Hamzah, Sp.M (K), menegaskan bahwa keberhasilan LASIK dimulai dari pemeriksaan yang tepat.

"LASIK modern membutuhkan perencanaan yang matang. Karena itu, pemeriksaan pra-LASIK menjadi fondasi yang sangat penting untuk menilai apakah pasien merupakan kandidat yang tepat. Di RS Mata JEC @ Menteng, penggunaan kombinasi teknologi seperti Ziemer Femto LDV Z4 dan Alcon WaveLight Allegretto EX500 membantu menghadirkan prosedur yang presisi, cepat, nyaman, dan konsisten, dengan sistem pelacakan mata yang dapat memantau pergerakan mata secara real-time untuk menjaga akurasi tindakan," ujar dr. Ferdiriva.

Sebagai salah satu layanan koreksi refraksi, RS Mata JEC @ Menteng juga menghadirkan layanan CoZi LASIK yang didukung teknologi laser modern untuk membantu proses tindakan menjadi lebih presisi dan nyaman bagi pasien.

Meski LASIK dikenal memiliki tingkat efektivitas tinggi dan pemulihan yang relatif cepat, dr. Ferdiriva menekankan bahwa tindakan ini tetap perlu diawali dengan konsultasi dokter spesialis mata. Sebab, tidak semua orang otomatis dapat menjalani LASIK.

EDITOR: Bintang Pradewo