JawaPos.com – Menurut para ahli neurologi, terdapat beberapa kebiasaan yang diam-diam membahayakan kesehatan otak Anda.
Kebiasaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak orang ini merusak fungsi otak, mengganggu daya ingat dan konsentrasi.
Melansir eatingwell, berikut lima kebiasaan yang harus Anda hindari untuk menjaga kesehatan kognitif.
1. Mengabaikan tidur yang cukup
Ahli neurologi Kimberley Idoko mengatakan bahwa selama tidur, otak melakukan fungsi-fungsi penting untuk berfungsi secara optimal.
Kurang tidur kronis dikaitkan dengan penurunan kinerja kognitif dan peningkatan risiko penyakit neurologis.
Kurang tidur yang berkelanjutan dapat memiliki efek negatif kumulatif, yang dikaitkan dengan percepatan penuaan otak.
Gangguan tidur seperti sleep apnea juga dapat mengganggu kesehatan kognitif, memengaruhi konsolidasi memori, pengaturan emosi, kesehatan pembuluh darah, dan sistem pembersihan otak di malam hari.
2. Terlalu banyak duduk dan kurang berolahraga
Duduk terlalu lama tanpa bergerak dapat berdampak negatif pada kesehatan otak.
Rendahnya tingkat aktivitas aerobik mengurangi aliran darah ke otak, kesehatan metabolisme, dan ketahanan pembuluh darah.
Aktivitas fisik membantu menjaga sirkulasi darah, termasuk aliran darah ke otak, dan dikaitkan dengan kinerja kognitif yang lebih baik.
Ahli neurologi David Perlmutter menjelaskan bahwa aktivitas pasif seperti terus-menerus menggulir layar atau menonton TV tanpa berpikir tidak menantang otak.
Seiring waktu, kurangnya stimulasi ini memberi sinyal kepada otak untuk mengurangi aktivitas fungsionalnya.
3. Penggunaan smartphone yang berlebihan
Hal ini dapat memberikan tekanan yang signifikan pada otak. Masukan digital yang konstan membuat otak berada dalam keadaan siaga tinggi.
Perhatian menjadi terpecah-pecah, kondisi yang diperlukan untuk memori dan pengaturan emosi tidak terbentuk sepenuhnya.
Otak tidak melakukan dua tugas kompleks secara bersamaan sebaliknya, ia beralih di antara keduanya, yang membutuhkan perhatian dan sumber daya.
Hal ini mengurangi efisiensi memori.
4. Mengonsumsi makanan ultra-proses dalam jumlah besar
Pola makan yang tinggi akan makanan ultra-proses dan gula tambahan dikaitkan dengan peradangan dan perubahan metabolisme yang dapat memengaruhi fungsi kognitif.
Konsumsi makanan ultra-proses terlalu sering dikaitkan dengan peningkatan stres oksidatif dan peradangan, termasuk di otak.
Efek metabolik ini dapat mengganggu pengaturan glukosa dan mengurangi efisiensi energi, yang dapat bermanifestasi sebagai kabut otak dan penurunan daya tahan kognitif.
5. Mengabaikan masalah pendengaran
Pendengaran adalah aspek kesehatan kognitif yang sering diremehkan, padahal pendengaran berperan penting dalam bagaimana otak memproses informasi.
Dengan gangguan pendengaran yang tidak diobati atau paparan berulang terhadap suara keras, otak harus bekerja lebih keras untuk menguraikan suara, meningkatkan beban kognitif dan berpotensi mengurangi aktivitas sosial.
Kedua faktor tersebut terkait dengan penurunan kognitif yang lebih cepat.
***