← Beranda
9 Penyebab Mata Kaki Bengkak: Kenali Gejala, Risiko, dan Cara Mengatasinya sejak Dini
Fatah ElhuseinRabu, 29 April 2026 | 02.37 WIB
Ilustrasi mata kaki bengkak (Freepik)

JawaPos.com - Mata kaki bengkak sering dianggap sebagai kondisi sepele, padahal bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius. Pembengkakan ini biasanya terjadi akibat penumpukan cairan di jaringan sekitar kaki, yang dalam dunia medis dikenal sebagai edema. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, mulai dari anak muda hingga lansia, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Dalam aktivitas sehari-hari, banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan sederhana seperti duduk terlalu lama atau pola makan tinggi garam dapat memicu pembengkakan pada kaki. Selain itu, faktor medis seperti gangguan jantung, ginjal, hingga sirkulasi darah juga berperan besar terhadap kondisi ini. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebabnya agar bisa ditangani dengan tepat.

Melansir dari laman kesehatan Halodoc dan Alodokter, berikut adalah penjabaran mendalam mengenai faktor-faktor utama penyebab mata kaki bengkak:

Baca Juga: Cara Mengatasi Badan Pegal-Pegal dan Sakit Semua, Ini 9 Langkah Ampuh agar Cepat Pulih

1. Cedera atau Trauma pada Kaki

Cedera menjadi penyebab paling umum dari mata kaki bengkak. Keseleo, terjatuh, atau benturan keras dapat menyebabkan jaringan di sekitar pergelangan kaki mengalami peradangan. Tubuh secara alami akan merespons cedera tersebut dengan meningkatkan aliran darah ke area yang terluka, sehingga terjadi pembengkakan.

Selain itu, penggunaan alas kaki yang tidak sesuai juga bisa memicu cedera ringan yang berujung pada pembengkakan. Jika disertai nyeri hebat atau sulit berjalan, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

2. Duduk atau Berdiri Terlalu Lama

Kebiasaan duduk atau berdiri dalam waktu lama dapat menghambat aliran darah, terutama di bagian kaki. Hal ini menyebabkan cairan menumpuk di area mata kaki, sehingga terlihat bengkak.

Kondisi ini sering dialami oleh pekerja kantoran atau orang yang berdiri dalam waktu lama. Untuk mengatasinya, disarankan untuk rutin bergerak atau mengangkat kaki agar sirkulasi darah tetap lancar.

3. Gangguan Sirkulasi Darah

Masalah pada pembuluh darah, seperti varises atau insufisiensi vena, juga menjadi penyebab umum mata kaki bengkak. Pada kondisi ini, darah sulit kembali ke jantung sehingga menumpuk di kaki.

Akibatnya, kaki terasa berat, pegal, dan tampak membengkak. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memburuk jika tidak ditangani dengan baik.

4. Penyakit Jantung

Gangguan pada jantung, seperti gagal jantung, dapat menyebabkan penumpukan cairan di berbagai bagian tubuh, termasuk kaki. Hal ini terjadi karena jantung tidak mampu memompa darah secara optimal.

Pembengkakan akibat masalah jantung biasanya terjadi pada kedua kaki dan disertai gejala lain seperti sesak napas dan mudah lelah.

5. Gangguan Fungsi Ginjal

Ginjal berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Jika fungsi ginjal terganggu, cairan dapat menumpuk dan menyebabkan pembengkakan, terutama di area kaki dan tangan.

Selain bengkak, penderita gangguan ginjal biasanya mengalami gejala lain seperti kelelahan, perubahan frekuensi buang air kecil, dan sesak napas.

6. Infeksi pada Kaki

Infeksi kulit seperti selulitis dapat menyebabkan pembengkakan pada mata kaki. Infeksi ini memicu peradangan yang membuat pembuluh darah melebar dan cairan berkumpul di jaringan.

Gejala yang menyertai biasanya meliputi kemerahan, nyeri, kulit terasa hangat, bahkan muncul nanah pada kondisi yang lebih serius.

7. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan efek samping berupa pembengkakan pada kaki. Obat hipertensi, antidepresan, hingga obat hormon diketahui dapat memicu retensi cairan dalam tubuh.

Jika Anda mengalami pembengkakan setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan alternatif yang lebih aman.

8. Kehamilan

Pada ibu hamil, pembengkakan pada mata kaki adalah hal yang cukup umum terjadi, terutama di trimester akhir. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon serta peningkatan volume darah dalam tubuh.

Selain itu, tekanan dari janin juga dapat menghambat aliran darah di kaki. Meski umumnya tidak berbahaya, pembengkakan yang berlebihan tetap perlu diwaspadai.

9. Pola Hidup Tidak Sehat

Gaya hidup juga berperan besar dalam memicu pembengkakan kaki. Konsumsi makanan tinggi garam dapat menyebabkan retensi cairan dalam tubuh, sementara kurangnya aktivitas fisik memperburuk sirkulasi darah.

Mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, seperti rutin berolahraga dan mengurangi konsumsi garam, dapat membantu mencegah kondisi ini.

Baca Juga: 7 Manfaat Bawang Putih bagi Kesehatan Tubuh, Apa Saja?

EDITOR: Candra Mega Sari