← Beranda
Akses Layanan Kesehatan Layak Jadi Sorotan: Rumah Sakit Dituntut Lebih Humanis dan Terjangkau
Rian AlfiantoRabu, 22 April 2026 | 13.10 WIB
Peresmian fasilitas baru Dharma Nugraha Hospital di Jakarta, Selasa (21/4). (RianAlfianto/JawaPos.com)

 

JawaPos.com–Kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang layak, cepat, dan terjangkau kian mendesak, terutama di kawasan perkotaan padat seperti Jakarta. Di tengah tantangan biaya medis yang terus meningkat, keberadaan fasilitas kesehatan dengan layanan lengkap dan sistem yang efisien menjadi faktor krusial dalam menjamin akses kesehatan yang merata.

Di wilayah Jakarta Timur, salah satu rumah sakit yang mencoba menjawab tantangan tersebut adalah Dharma Nugraha Hospital. Institusi kesehatan yang telah berdiri sejak 1996 ini melakukan pembenahan menyeluruh, bukan sekadar pada aspek fisik, tetapi juga pada sistem pelayanan dan pendekatan terhadap pasien.

Ketersediaan layanan medis yang komprehensif menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kelayakan fasilitas kesehatan. Rumah sakit ini kini menyediakan berbagai layanan mulai dari rawat jalan hingga rawat inap dengan dukungan spesialisasi seperti penyakit dalam, jantung, saraf, hingga ibu dan anak.

Baca Juga: Pendekatan ke Sekolah, BPJS Kesehatan Dorong Literasi JKN di Kalangan Pelajar

Selain itu, fasilitas penunjang seperti IGD 24 jam, laboratorium, radiologi, dan fisioterapi turut diperkuat guna mempercepat proses diagnosis dan penanganan pasien. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan efektivitas layanan, yang selama ini menjadi keluhan umum di banyak fasilitas kesehatan.

Tak hanya itu, layanan kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat modern juga mulai diperluas. Program seperti pemeriksaan kesehatan (medical check-up) dan layanan kunjungan ke rumah (home service) menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas atau waktu.

Yang juga penting, perbaikan layanan kesehatan tidak bisa hanya mengandalkan fasilitas fisik. Sistem operasional dan tata kelola juga memegang peran penting dalam memastikan layanan berjalan optimal.

Baca Juga: Relawan SPPG Bakal Dapat BPJS Ketenagakerjaan

Dalam hal ini, MEDIVARA Healthcare Consulting dilibatkan untuk mendampingi transformasi sistem rumah sakit, termasuk penguatan hospital information system dan standar pelayanan. Pendekatan ini mencerminkan tren di sektor kesehatan, di mana digitalisasi dan efisiensi operasional menjadi kunci untuk menekan biaya sekaligus meningkatkan kualitas layanan.

Selain aspek teknis, pendekatan yang lebih humanis terhadap pasien juga semakin mendapat perhatian. Direktur sekaligus pemilik rumah sakit Sekar Dewi Dinawati Tjindarbumi, menekankan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya soal tindakan medis, tetapi juga pengalaman pasien secara keseluruhan.

”Transformasi ini bukan hanya tentang fasilitas, tetapi bagaimana pasien merasa nyaman, diperhatikan, dan yakin bahwa mereka mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Sekar Dewi Dinawati Tjindarbumi kepada JawaPos.com saat peresmian fasilitas baru Dharma Nugraha Hospital di Jakarta, Selasa (21/4).

Pendekatan ini diklaim relevan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kualitas layanan, termasuk aspek komunikasi dokter, kenyamanan ruang perawatan, hingga transparansi biaya.

Meski berbagai peningkatan dilakukan, isu keterjangkauan biaya tetap menjadi tantangan utama dalam sistem kesehatan di Indonesia. Kerja sama dengan berbagai mitra asuransi menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses layanan bagi masyarakat.

Namun, banyak pihak menilai bahwa upaya peningkatan fasilitas dan layanan harus tetap diimbangi dengan komitmen menjaga biaya tetap rasional. Tanpa itu, kesenjangan akses layanan kesehatan berpotensi semakin melebar.

Baca Juga: Kuota BPJS PBI Capai 96,8 Juta Orang, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 4,06 T Tiap Bulan

Transformasi yang dilakukan sejumlah rumah sakit mencerminkan pergeseran paradigma dalam layanan kesehatan: dari sekadar kuratif menjadi lebih holistik, mencakup kenyamanan, aksesibilitas, dan pengalaman pasien.

Ke depan, masyarakat tidak hanya membutuhkan rumah sakit dengan teknologi canggih, tetapi juga layanan yang mudah dijangkau, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Tanpa itu, upaya meningkatkan kualitas kesehatan publik akan sulit tercapai secara merata.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah