← Beranda
Bahaya Kelebihan Protein bagi Tubuh Anda, Apa Saja?
Rabbany WanadrianiSenin, 20 April 2026 | 18.55 WIB
Ilustrasi makanan kaya protein (Freepik)

JawaPos.com – Protein bantu membangun dan memperbaiki jaringan, menjaga massa otot, serta mendukung fungsi kekebalan tubuh.

Protein terdiri dari asam amino dan bahan pembangun kulit, rambut, serta organ tubuh.

Setiap orang dewasa yang sehat harus mengonsumsi minimal 0,8 gram protein per kilogram berat badan setiap hari.

Namun, jumlah ini dapat berubah tergantung pada kebutuhan dan usia masing-masing individu.

Ketika Anda mengonsumsi protein lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh, hal itu dapat menyebabkan beberapa efek samping.

Dilansir dari ndtv, berikut lima bahaya jika Anda mengonsumsi terlalu banyak protein.

Baca Juga: 7 Gejala Kekurangan Protein Pada Tubuh yang Tidak Boleh Anda Abaikan, Simak!

1. Beban pada ginjal

Tubuh Anda memecah protein menjadi komponen yang lebih kecil, termasuk nitrogen dan produk limbah lainnya.

Limbah ini menuju ginjal, tempat limbah tersebut disaring dan dikeluarkan melalui urin.

Ketika Anda mengonsumsi banyak protein, ginjal harus memproses lebih banyak produk sampingan ini, yang berarti ginjal bekerja lebih keras dari biasanya.

Beban tambahan ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan.

2. Risiko dehidrasi

Memproses protein ekstra membutuhkan lebih banyak air.

Saat ginjal menyaring nitrogen dan urea dari pemecahan protein, ginjal butuh banyak cairan untuk mengeluarkan limbah ini dari tubuh.

Ini berarti Anda mungkin buang air kecil lebih banyak dari biasanya, yang dapat menguras cadangan air tubuh.

Jika Anda tidak minum cukup untuk mengimbanginya, Anda bisa dehidrasi meskipun tidak merasa sangat haus.

Baca Juga: 6 Tanda Tubuh Anda Tidak Mendapatkan Cukup Asupan Protein, Anda mungkin Mengalami Salah Satunya

3. Kenaikan berat badan

Protein bukanlah makanan bebas kalori.

Ketika Anda mengonsumsi protein lebih banyak, kalori ekstra tersebut tetap dihitung.

Jika total asupan kalori harian Anda lebih tinggi daripada yang Anda bakar, tubuh akan menyimpan kelebihan tersebut sebagai lemak.

Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan.

4. Ketidaknyamanan pencernaan dan masalah usus

Diet tinggi protein yang rendah serat dapat memengaruhi pencernaan normal.

Tanpa cukup serat dari buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, atau kacang-kacangan, usus Anda mungkin kesulitan untuk menggerakkan makanan dengan lancar.

Hal ini dapat menyebabkan kembung, gas, sembelit, atau terkadang bahkan diare.

5. Efek samping lainnya

Kelebihan protein, terutama jika dikombinasikan dengan asupan karbohidrat yang sangat rendah, dapat mendorong tubuh ke kondisi yang disebut ketosis.

Pergeseran metabolisme ini dapat menyebabkan efek samping seperti bau mulut, kelelahan, mudah marah, dan kesulitan konsentrasi.

Baca Juga: 7 Manfaat Bawang Putih bagi Kesehatan Tubuh, Apa Saja?

EDITOR: Candra Mega Sari