JawaPos.com - Tubuh kita memiliki banyak sekali bagian yang dengan sempurna dapat melengkapi kebutuhan kita. Serta ada banyak makanan, minuman dan obat yang dapat membantu kita apabila jatuh sakit.
Namun, ada beberapa orang yang tidak dapat mendapatkan dukungan, bahkan dari tubuh mereka sendiri. Dan hal ini menyebabkan mereka menderita banyak penyakit. Salah satunya adalah sindrom cushing.
Dilansir dari Cleveland Clinic, sindrom cushing terjadi karena tingginya hormon kortisol pada tubuh. Hal ini cukup jarang terjadi karena kortisol adalah hormon yang penting dalam tubuh kita.
Namun, hormon kortisol yang berlebihan dapat menyebabkan banyak hal serta menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh kita.
Baca Juga: Studi Ilmiah Ungkap 5 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh Manusia
Gejala
Dilansir dari Healthline, ada berbagai gejala yang dapat dilihat dan menjadi penanda kondisi ini:
- Meningkatnya berat badan tanpa sebab
- Meningkatnya kadar lemak, terutama di bagian torso, wajah, pundak dan punggung atas
- Bekas stretch mark berwarna ungu di area dada, lengan, abdomen dan paha
- Otot melemah
- Edema
- Kulit menipis, sehingga mudah memar
- Keringat berlebih
- Luka pada kulit sulit sembuh
- Nyeri punggung
- Nyeri tulang
- Jerawat
- Kelelahan
- Mudah infeksi
- Hipertensi
- Gula darah tinggi
Masih banyak gejala lainnya yang dapat terjadi, tergantung pada kelompok gender atau usia penderita.
Pada anak-anak, selain gejala-gejala di atas, mereka juga dapat mengalami obesitas dan lambatnya pertumbuhan tubuh.
Sindrom cushing ditemukan lebih sering terjadi pada perempuan; sekitar tiga kali resikonya. Mereka juga mengalami pertumbuhan rambut pada wajah dan area tubuh lain. Serta ditemukan mereka tidak mengalami menstruasi secara reguler.
Pada laki-laki, penderita sindrom cushing dapat mengalami gangguan kelamin dan reproduksi.
Penyebab
Dilansir dari Mayo Clinic, sesuai penjelasan di awal, sindrom ini disebabkan oleh berlebihannya hormon kortisol pada tubuh.
Hormon ini diproduksi oleh kelenjar adrenal, dan dapat membantu tubuh dalam melawan banyak hal. Seperti:
- Mengendalikan stres
- Mengontrol tekanan darah
- Mengurangi peradangan
- Membantu jantung dan pembuluh darah bekerja dengan baik
- Mengontrol gula darah
- Membantu tubuh mengkonsumsi makanan sebagai energi
Ada obat yang dapat memicu sindrom ini terjadi, salah satunya adalah obat glukokortikoid. Obat-obatan ini sering digunakan untuk mengobati peradangan seperti arthritis, lupus dan asma.
Ada pula hormon yang dapat mengontrol seberapa banyak kortisol pada tubuh kita. Hormon ini disebut hormon adrenokortikotropik (ACTH). Hormon ini juga dapat diproduksi oleh tumor, salah satunya tumor pada kelenjar adrenal.
Proses Pengobatan
Untuk mendapatkan bantuan yang tepat, para dokter harus memastikan bahwa penderita benar-benar mengalami penyakit ini. Terutama karena kondisi ini cukup jarang dan sangat sulit untuk didiagnosa.
Dokter mungkin akan melakukan beberapa tes, dua diantaranya adalah tes urin untuk memeriksa kadar kortisol pada urin, dan tes darah untuk melihat kadar ACTH.
Setelah dinyatakan benar bahwa kadar kortisol pada tubuh memang tinggi, dokter akan mencari cara untuk menemukan penyebabnya. Apabila kita tidak mengkonsumsi obat pemicu, biasanya kondisi ini disebabkan oleh tumor.
Pengobatan yang dapat ditawarkan oleh dokter tergantung pada seberapa tinggi dan penyebab kortisol yang ditemukan.
Apabila disebabkan oleh konsumsi obat, biasanya dokter akan menurunkan dosis atau meresepkan obat lain.
Namun, apabila ternyata disebabkan oleh kanker, dokter dapat menyarankan operasi, terapi radiasi dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan pasien.
Kasus Unik
Dilansir dari BBC, ada seorang laki-laki asal Inggris yang mengalami efek samping unik akibat proses pengobatan dari sindrom ini.
Jordy Cernik memutuskan untuk mengeluarkan kelenjar adrenalnya karena sindrom cushing yang ia alami mengakibatkan gangguan kecemasan tinggi. Proses pengobatannya berjalan sangat lancar, bahkan terlalu lancar.
Ia benar-benar tidak lagi merasakan kecemasan, namun ada sesuatu yang salah. Ia menyadarinya ketika ia sedang berlibur ke taman hiburan dan menaiki roller coaster. Jordy menyadari bahwa ia tidak merasakan rasa takut.
Dilansir dari Global Genes, setelah Jordy dapat dinyatakan sembuh dari sindrom cushing, efek samping aneh ini tidak dapat dibalikkan oleh para dokter. Untungnya Jordy tidak mengalami kejanggalan lain pada kesehatannya.
Sejak saat itu, ia sering ikut dalam acara-acara penggalangan dana untuk sebagai sukarelawan. Ia dapat melakukan banyak hal ekstrem yang ditakuti oleh orang biasa. Seperti menjadi orang pertama yang meluncur menggunakan tali zip line dari puncak Jembatan Tyne (84 kaki di atas permukaan air) menyeberangi sisi Gateshead di sebelah Laut Baltik.
Lalu ia terjun bebas bersama kelompok penerjun payung lainnya dari ketinggian 17.000 kaki. Perlu diketahui pesawat yang mereka gunakan cukup tua dan sangat kecil. Ketika orang lain merasa takut, hanya Jordy sendiri yang tenang.
Baca Juga: Bukan Hanya Pencernaan, Ini 4 Manfaat Konsumsi Serat untuk Kesehatan Tubuh