JawaPos.com - Bapak-ibu, siapa yang sering kesal kalau anaknya susah dibilangin atau sulit diatur? Kadang orang tua sudah capek ngomel, tapi tetap saja anak mengulangi hal yang dilarang. Akhirnya emosi naik, anak pun jadi korban amarah orang tua.
Nah, supaya pola asuh ini tidak terus-menerus dilakukan dan meninggalkan luka pengasuhan, ada satu metode yang bisa dicoba, yaitu hypnoparenting.
Apa itu Hypnoparenting?
Singkatnya, hypnoparenting adalah cara mendidik anak dengan menggunakan kata-kata positif yang masuk ke alam bawah sadar mereka.
Orang tua tidak perlu marah atau sampai memberi ancaman, tapi cara ini dinilai bisa membentuk karakter anak, sikap disiplin, dan perilaku positif tanpa paksaan, dilansir dari jurnal yang dipublikasikan dalam Social Humanities and Educational Studies (SHEs) Conference Series.
Baca Juga: Prediksi Pafos FC vs Bayern Munchen UEFA Champions League: David vs Goliath!
Kenapa Hypnoparenting Bisa Jadi Solusi?
Menurut jurnal yang diterbitkan INSURI Ponorogo, yang berjudul "Hypnoparenting: sebuah metode menjinakkan alligator's brains pada anak usia dini", setiap anak pasti pernah menunjukkan respon negatif saat merasa tidak nyaman secara psikologis.
Respon ini disebut alligator's brain. Perilaku tersebut biasanya dipengaruhi oleh lingkungan terdekatnya, terutama keluarga. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter anak.
Misalnya, kalau anak sering melihat orang tua marah-marah, besar kemungkinan ia juga belajar mengekspresikan emosi dengan cara yang sama. Sebaliknya, jika anak terbiasa mendengar kata-kata penuh kasih, ia akan lebih mudah tumbuh menjadi pribadi yang tenang dan percaya diri.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele, Ini Gejala Awal Kanker Kulit yang Jarang Disadari
Hypnoparenting, hadir sebagai metode yang terbukti efektif untuk mengarahkan anak pada pola pikir positif melalui sugesti alam bawah sadar.
Bukan cuma teori, beberapa penelitian sudah membuktikaannya. Studi dari Universitas Negeri Semarang, misalnya, menemukan bahwa tingkat kedisiplinan anak meningkat setelah diterapkan hypnoparenting.
Hypnoparenting dilakukan dengan membawa gelombang otak anak dari Beta ke Alpha, hingga Teta. Nah, pada fase Teta inilah anak lebih mudah menerima sugesti positif dari orang tua sehingga alligator’s brain dalam dirinya bisa terkendali. Metode ini akan bekerja maksimal jika dilakukan secara konsisten setiap hari.
3 Waktu Terbaik Hypnoparenting
Menurut Indonesian Hypnosis Centre, ada tiga waktu yang dianggap paling efektif untuk menyampaikan sugesti positif kepada anak:
1. Menjelang Tidur
Saat anak mulai mengantuk, otak anak berada pada gelombang Alpha atau Teta. Pada fase ini, pesan positif dari orang tua akan lebih mudah masuk ke alam bawah sadarnya.
2. Baru Bangun Tidur
Sesaat setelah bangun, gelombang otak anak masih berada pada kondisi Alpha. Ini adalah waktu emas untuk menanamkan sugesti positif karena pikiran mereka masih terbuka menerima pesan.
3. Saat Fokus Bermain
Ketika anak sedang asyik bermain, otaknya juga berada di frekuensi Alpha. Orang tua bisa tetap membiarkan anak menikmati aktivitasnya, sambil menyisipkan sugesti secara perlahan.
Contoh Kalimat Sederhana Hypnoparenting
Misalnya anak sering mengompol, hati-hati jangan sampai mengucapkan perkataan:
"Kamu tuh ngompol terus, bikin Mama capek bersihinnya!”
Tapi, yuk, mulai sugestikan atau ucapkan kata berikut:
"Anak pintar pipisnya di kamar mandi ya.”
Terdengar lebih ramah di telinga, kan?
Tipsnya adalah selalu gunakan kata positif dan hindari kata negatif seperti "jangan" dan "tidak".
Contoh kalimat lainnya adalah:
"Anak hebat pasti bisa belajar sendiri dengan tenang."
“Kakak rajin banget, Mama bangga.”
Nah, itulah tips sederhana bagaimana memanfaatkan hypnoparenting untuk menerapkan pola asuh tanpa paksaan.
Kedengarannya sepele, tapi kalimat positif yang konsisten bisa bantu anak tumbuh dengan rasa percaya diri dan kepribadian yang lebih sehat.
Jadi, mulai sekarang, coba ganti kata-kata negatif dengan sugesti positif. Sederhana, tapi dampaknya besar untuk masa depan anak.