JawaPos.com — Seperti diketahui, beberapa makanan yang sering dikonsumsi oleh manusia, menimbulkan peningkatan hormon serotonin dan melatonin.
Dua hormon tersebut dapat menyebabkan rasa kantuk yang membuat anda terdorong untuk segera tidur setelah makan.
Bukan masalah jika sesekali anda menuruti keinginan tubuh anda. Namun, ditakutkan bila hal ini menjadi kebiasaan.
Menurut informasi yang dilansir dari alodokter.com, tidur setelah makan disebutkan dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit yang berbahaya bagi anda.
4 Penyakit yang Timbul Karena Tidur Setelah Makan
Perlu diketahui berbagai kompilasi penyakit dapat terjadi karena anda tidur setelah makan. Berikut daftar penyakitnya:
Heartburn
Penyakit berawal dari naiknya asam lambung ke kerongkongan serta adanya tekanan berlebih pada perut, yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri dan terbakar di area ulu hati.
Dilansir dari hellosehat.com, heartburn merupakan salah satu gangguan lambung yang dapat ditimbulkan oleh tidur setelah makan. Jika kondisi ini terjadi berulang kali akan bisa meningkatkan risiko penyakit GERD.
Obesitas
Saat tidur, aktivitas mencerna menjadi lebih lambat dan tidak cukup untuk membakar kalori menjadi energi. Hal ini menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh.
Selain itu, makan mendekati jam tidur anda juga dapat menyebabkan perasaan kenyang pada pagi hari. Apabila tidak diperhatikan, hal ini dapat membuat menimbulkan rangsangan untuk makan lebih banyak saat siang hari.
Jika terus diabaikan, dua hal tersebut dapat mempengaruhi berat badan anda secara signifikan.
Gangguan Tidur
Tidur siang atau di jam yang tidak seharusnya dapat mempengaruhi waktu istirahat yang sudah ditentukan oleh tubuh anda. Hal ini lama kelamaan akan menimbulkan insomnia jika tidak diperbaiki.
Selain itu, tidur setelah makan juga dapat mengganggu kualitas tidur anda. Dikarenakan makanan yang belum dicerna dapat membuat perut kembung dan sakit sehingga anda mungkin akan terbangun beberapa kali saat tidur.
Diabetes
Dilansir dari doktersehat.com, risiko diabetes dapat meningkatkan melalui kacaunya ritme sirkadian, yakni ritme bangun dan tidur yang sudah ditentukan oleh tubuh.
Kacaunya ritme sirkadian dapat disebabkan oleh jumlah hormon insulin yang dikeluarkan oleh tubuh saat proses metabolisme berlangsung.
Begitulah alasan mengapa tidur setelah makan sebaiknya dihindari. Anda perlu memberikan jarak setidaknya tiga jam antara waktu tidur dan makan.
Selain itu, anda juga dapat memperhatikan makanan yang anda konsumsi mendekati jam tidur, apabila rasa lapar tidak dapat tertahan.
Ada baiknya anda menghindari makanan yang mengandung karbohidrat atau gula yang tinggi, terasa pedas dan masam, serta minuman yang mengandung kafein, untuk dikonsumsi sebelum tidur.