JawaPos.com - Secara umum, orang dewasa memiliki 32 gigi permanen, termasuk empat gigi geraham bungsu atau wisdom teeth. Susunan gigi biasanya seimbang, terdiri dari 16 gigi di rahang atas dan 16 gigi di rahang bawah.
Dikutip melalui Medical News Today, susunan tersebut meliputi:
- Empat gigi seri (incisivus): terletak di bagian depan, berfungsi untuk memotong makanan.
- Dua gigi taring (caninus): berada di samping gigi seri, berbentuk runcing untuk merobek makanan.
- Dua gigi premolar dan tiga gigi geraham (molar): berada di bagian belakang, berfungsi menggiling makanan.
Namun, tidak semua orang memiliki gigi geraham bungsu. Jika tumbuh, gigi ini biasanya muncul sekitar usia 18 tahun, meskipun pada sebagian orang tidak pernah keluar. Dalam beberapa kasus, gigi bungsu bisa tumbuh miring, tidak sempurna, atau menyebabkan infeksi, sehingga dokter gigi perlu mencabutnya.
Menurut penelitian dari PubMed Central, gigi manusia tersusun terutama dari kalsium dan mulai berkembang sejak dalam kandungan. Pada usia sekitar 3 tahun, anak umumnya sudah memiliki gigi susu lengkap.
Struktur gigi terdiri dari dua bagian utama:
- Mahkota (crown): bagian putih yang terlihat di atas gusi.
- Akar (root): bagian yang tersembunyi dalam gusi dan menancap di tulang rahang
Enamel
Enamel merupakan lapisan terluar yang keras dan melindungi gigi dari kerusakan fisik maupun kimia. Enamel terbentuk melalui tiga tahap perkembangan:
- Sekretori: sel khusus bernama ameloblas menghasilkan protein dan kristal yang membentuk enamel.
- Transisi: sekitar 25% sel ameloblas mati karena kadar kalsium berlebih.
- Maturasi: kristal enamel mengeras sehingga gigi menjadi kuat dan tahan lama.
Dentin
Dentin adalah jaringan utama gigi yang strukturnya mirip tulang, tetapi tidak memiliki pembuluh darah. Dentin dibentuk oleh sel odontoblas dan berfungsi sebagai lapisan penopang di bawah enamel.
Sementum
Sementum adalah jaringan keras yang menutupi akar gigi. Sementum berfungsi menghubungkan gigi dengan tulang rahang agar tetap kokoh.
Pulpa Gigi
Pulpa gigi adalah bagian tengah gigi yang berisi saraf, pembuluh darah, dan jaringan ikat. Jika bakteri berhasil menembus enamel dan dentin, pulpa dapat meradang (pulpitis) yang menimbulkan rasa sakit. Dalam kondisi parah, peradangan ini bisa menyebabkan infeksi saluran akar.
Fungsi Jenis-Jenis Gigi
Selain membantu berbicara dengan jelas, fungsi utama gigi adalah untuk mengunyah makanan agar lebih mudah ditelan dan dicerna. Setiap jenis gigi memiliki peran berbeda, yaitu:
- Gigi seri (incisivus): berjumlah delapan, berfungsi memotong makanan menjadi bagian kecil.
- Gigi taring (caninus): berjumlah empat, membantu merobek makanan dan menjaga keseimbangan rahang agar tidak berbenturan saat mengunyah.
- Gigi premolar: berjumlah delapan, berfungsi menghancurkan makanan sebelum masuk ke geraham.
- Gigi geraham (molar): berjumlah 8–12 (tergantung ada tidaknya gigi bungsu), berfungsi menggiling makanan menjadi lebih halus.
- Gigi geraham bungsu tidak selalu memiliki fungsi signifikan, sehingga sering kali menimbulkan masalah kesehatan gigi.
Baca Juga: 11 Rekomendasi Obat Batuk Alami yang Ampuh, Bisa Dicoba di Rumah
Bagaimana cara merawatnya?
Perawatan gigi yang baik sangat penting agar gigi tetap sehat hingga usia lanjut. Menurut rekomendasi American Dental Association, langkah-langkah menjaga kesehatan gigi antara lain:
- Menyikat gigi dengan benar dengan posisikan sikat gigi pada sudut 45° ke arah gusi.
- Fokuskan pada area gusi dan gigi geraham.
- Sikat gigi minimal selama 2 menit, dua kali sehari.
- Menggunakan benang gigi (flossing), ambil benang sepanjang 40-45 cm, lilitkan pada jari. Masukkan perlahan ke sela gigi hingga menyentuh gusi, lalu gerakkan ke atas dan bawah. Gunakan bagian benang yang bersih setiap dua gigi. Pada awalnya, gusi bisa saja berdarah saat flossing, namun hal ini biasanya berhenti setelah gusi lebih sehat karena rutin dibersihkan. Jika perdarahan terus berlanjut, sebaiknya segera periksa ke dokter gigi.
(*)