JawaPos.com - Orang dengan golongan darah O diketahui lebih rentan terserang kolera, penyakit berbahaya yang ditimbulkan akibat infeksi bakteri Vibrio Cholerae yang menyerang pencernaan.
Kolera dapat menimbulkan gejala berupa diare parah, muntah, dan dehidrasi hebat, sehingga jika tidak segera ditangani bisa mengancam nyawa penderita dalam waktu singkat.
Diare akibat kolera berbeda dengan diare biasa karena cairan tubuh keluar lebih cepat sehingga membuat penderita kehilangan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk bertahan.
Dilansir dari laman Halodoc.com, racun dari bakteri kolera lebih mudah mengikat dinding usus orang bergolongan darah O.
Ini menjadikan pemilik golongan darah O mendapat gejala yang cenderung lebih parah dibanding golongan darah lain.
Akibat ikatan racun tersebut, cairan tubuh sulit diserap usus sehingga keluar dalam jumlah besar yang dapag menyebabkan penderita kehilangan energi serta cairan vital.
Golongan darah O juga lebih sensitif terhadap respon imun yang berlebihan ketika tubuh menghadapi bakteri penyebab kolera sehingga memperparah kondisi penderita.
Bakteri kolera masuk ke tubuh manusia melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, terutama jika tidak diolah dengan benar atau tercemar lingkungan kotor.
Wilayah dengan sanitasi buruk, sulitnya akses air bersih, dan kebersihan diri yang rendah menjadi faktor utama penyebaran kolera pada masyarakat di berbagai daerah.
Gejala awal kolera biasanya muncul dalam beberapa jam hingga lima hari setelah terpapar, membuat penderita sering tidak menyadari bahaya penyakit ini sejak dini.
Gejala paling sering muncul pada penderita kolera berupa diare cair menyerupai air cucian beras, yang kemudian diikuti rasa mual, muntah, serta kram perut hebat pada sebagian pasien.
Pada anak-anak, kolera bisa lebih fatal karena tubuh mereka cepat kehilangan cairan, bahkan bisa menimbulkan kejang akibat kadar gula darah yang terlalu rendah.
Jika tidak segera mendapatkan cairan pengganti, penderita kolera berisiko mengalami syok hipovolemik, yaitu kondisi tekanan darah turun drastis akibat dehidrasi berat.
Pencegahan kolera bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan matang sempurna, dan memastikan air minum benar-benar layak konsumsi.
Dilansir dari laman Mayo Clinic, tersedia vaksin kolera di beberapa negara yang bisa membantu menurunkan risiko, meski tidak memberikan perlindungan penuh bagi setiap orang.
Segera mencari pertolongan medis jika mengalami diare berat, terutama bagi mereka yang memiliki golongan darah O yang lebih rentan terserang kolera