JawaPos.com - Karang gigi adalah lapisan keras yang terbentuk di permukaan gigi akibat penumpukan sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik. Jika dibiarkan terlalu lama, lapisan ini akan mengeras menjadi karang gigi yang sulit dibersihkan hanya dengan sikat gigi.
Keberadaan karang gigi tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga bisa menimbulkan masalah lain seperti bau mulut, gusi berdarah, dan peradangan gusi (gingivitis). Karang gigi yang tidak ditangani dapat menyebabkan penyakit periodontal yang lebih serius.
Penyebab Penumpukan Karang Gigi
Karang gigi terbentuk dari plak, yaitu lapisan lengket dan bening yang merupakan hasil dari sisa makanan bercampur dengan bakteri di air liur. Plak tidak bisa hilang secara alami. Jika tidak dibersihkan, plak akan mengeras dan berubah menjadi karang gigi. Solusinya adalah dengan menyikat gigi secara rutin setiap hari.
Dikutip dari Halodoc, karang gigi bisa muncul di dua lokasi berbeda:
- Supragingival: Terletak di permukaan gusi, berwarna putih kekuningan, dan bisa dilihat langsung.
- Subgingival: Berada di dalam gusi mendekati akar gigi, berwarna lebih gelap, dan lebih padat serta sulit dibersihkan.
Cara Mencegah dan Menghilangkan Karang Gigi
Menurut Halodoc, ada beberapa cara untuk mencegah karang gigi, yaitu:
- Sikat gigi rutin menggunakan pasta gigi berfluoride.
- Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi.
- Akhiri dengan berkumur menggunakan obat kumur antiseptik untuk membunuh kuman.
Dikutip dari Alodokter, plak yang sudah menjadi karang gigi tidak akan hilang dengan sikat gigi biasa. Solusinya adalah dengan melakukan tindakan medis bernama scaling. Prosedur ini menggunakan alat bernama scaler yang menghasilkan getaran berfrekuensi tinggi untuk mengikis dan memecah lapisan karang gigi yang keras.