← Beranda
Pasien Hepatitis Akut Tak Ada Riwayat Covid-19
Ilham SafutraJumat, 20 Mei 2022 | 01.42 WIB
Ilustrasi Hepatitis akut. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com – Penyelidikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang berlangsung hingga 17 Mei lalu menunjukkan, dari 14 kasus dugaan hepatitis akut, tidak ada satu pun yang punya riwayat Covid-19. Dan, dari 14 kasus diduga tersebut, hanya satu yang probable. Sisanya masih pending classification atau masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril SpP mengatakan, kasus probable pemeriksaan hepatitis A, B, C, dan E-nya menunjukkan nonreaktif dan patogen lainnya pun negatif. ’’Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan terakhir dia sepsis bakteri sehingga kasusnya discarded (tak tergolong hepatitis akut),’’ kata Syahril kemarin (18/5).

Secara terperinci, dari 13 kasus pending classification itu, masing-masing 1 kasus terjadi di Sumatera Utara, Jambi, dan Sumatera Barat. Lalu, 7 kasus di DKI Jakarta dan 3 kasus lainnya di Jawa Timur.

Untuk kelompok umur, yang terbanyak adalah di bawah 5 tahun sebanyak 7 kasus. Lalu, usia 6–10 tahun 2 kasus dan 11–16 tahun 5 kasus. ’’Dari 14 kasus dugaan hepatitis akut, terdapat 6 kasus meninggal dunia, 4 kasus masih dirawat, dan 4 kasus sudah dipulangkan,’’ tuturnya.

Upaya yang dilakukan melalui surveilans, analisis patogen menggunakan whole genome sequencing (WGS). Dengan cara itu, nanti terlihat varian virus yang muncul.

Kemudian pelaporan dengan new all record (NAR). ’’Untuk upaya terapeutik, kita sudah menyusun pedoman tata laksana kasus hepatitis ini bersama IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan komite ahli yang telah dibentuk Kemenkes,’’ ucap Syahril.

Pada 13 Mei lalu telah diterbitkan keputusan Dirjen Pelayanan Kesehatan tentang tata laksana hepatitis akut pada anak yang belum diketahui penyebabnya di fasilitas pelayanan kesehatan. Kemenkes juga sudah menunjuk laboratorium nasional di Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) untuk menerima seluruh rujukan sampel pasien-pasien yang diduga hepatitis.

"Di laboratorium nasional ini telah dipersiapkan ketersediaan reagen atau kitnya untuk deteksi hepatitis, baik reagen metagenomik atau WGS maupun reagen PCR," tutur direktur RSPI Sulianti Saroso itu.
EDITOR: Ilham Safutra