JawaPos.com - Para orang tua pasti ingin yang terbaik untuk kesehatan anaknya. Oleh karena itu, orang tua diminta untuk tidak antivaksin. Sebab, sudah diimunisasi lengkap pun masih bisa terkena difteri.
Dokter Spesialis Anak RS Siloam Asri Jakarta, dr. Dave Anderson Sp.A menjelaskan cakupan imunisasi difteri yang efektif sebaiknya di atas 90-95 persen. Tetapi, ternyata seseorang tetap tidak bisa 100 persen terhindar dari wabah difteri walaupun sudah diimunisasi.
"Kalau pasti kebal, seseorang yang sudah imunisasi lengkap pun nggak bisa 100 persen terhindar dari sakit itu. Tapi, kalaupun dia sakit, maka sakitnya ringan dibanding yang belum lengkap. Atau tak imunisasi," katanya kepada JawaPos.com, Kamis (2/3).
Dave menjelaskan tetap ada kemungkinan 1 persen terserang difteri meski sudah diimunisasi lengkap. Tetapi, setidaknya seseorang yang sudah diimunisasi lengkap sudah memiliki antibodi
"Ternyata walaupun sudah imunisasi lengkap tapi masih bisa kena," tegasnya.
Menurut Dave, ada berbagai macam kemungkinan seseorang tetap terpapar wabah difteri walaupun sudah diimunisasi. Salah satunya, antibodi yang dihasilkan tubuh tak optimal.
"Meski sudah imunisasi lengkap, ternyata antibodinya tak maksimal," katanya.
Oleh karena itu, Dave menegaskan perlu booster lagi, sehingga antibodi menjadi lebih optimal. Salah satu caranya adalah mengikuti kampanye ORI (outbreak response immunization) untuk memberantas penularan wabah difteri.
"Sebab statistik sendiri sudah menjawab, lebih bagus imunisasi lengkap dari pada tak sama sekali atau tak lengkap," tandasnya.