← Beranda
Ingin Stabil secara Finansial? Terapkan 8 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi
Setyo Adi NugrohoSenin, 6 April 2026 | 02.31 WIB
Ilustrasi stabil finansial (Freepik)

JawaPos.com – Banyak orang beranggapan bahwa kestabilan finansial hanya mungkin diraih oleh mereka yang memiliki penghasilan tinggi.

Padahal, cara seseorang mengelola uang seringkali lebih menentukan daripada besarnya penghasilan yang diterima.

Terdapat banyak kasus di mana orang berpenghasilan besar tetap kesulitan secara finansial karena gaya hidup yang tidak terkendali, sementara mereka yang berpenghasilan rendah mampu menabung, berinvestasi, dan menjalani hidup dengan nyaman.

Kuncinya terletak pada kebiasaan keuangan yang dibangun secara konsisten.

Mengutip Geediting, berikut delapan kebiasaan yang secara tidak langsung dapat membantu orang berpenghasilan rendah mencapai kestabilan finansial.

1. Membuat Anggaran dan Mematuhinya

Salah satu langkah pertama dan paling krusial dalam mencapai kestabilan finansial adalah memiliki anggaran yang jelas dan disiplin dalam mematuhinya. 

Dengan anggaran yang terstruktur, Anda dapat mengetahui dengan pasti ke mana saja uang Anda mengalir setiap bulannya. 

Hal ini tidak hanya membantu dalam mengontrol pengeluaran, tetapi juga menghindarkan Anda dari kebocoran finansial yang tidak perlu.

Orang yang memiliki kebiasaan menganggarkan keuangan mereka biasanya lebih mampu memenuhi kebutuhan tanpa harus berhutang. 

Mereka membagi penghasilan dengan bijak, menentukan pos untuk kebutuhan pokok seperti makanan dan tempat tinggal, serta menyisihkan dana untuk tabungan, investasi, dan hiburan tanpa melebihi batas yang telah ditentukan.

Langkah awal yang bisa Anda lakukan untuk menyusun anggaran adalah mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran Anda selama beberapa bulan. 

Setelah itu, buat kategori pengeluaran berdasarkan kebutuhan dan keinginan. 

Dengan pendekatan ini, Anda bisa menyesuaikan pola pengeluaran dan memastikan bahwa keuangan tetap terkendali setiap bulannya.

2. Konsisten Menabung, Sekecil Apa pun Nominalnya

Banyak orang berpikir bahwa menabung hanya bisa dilakukan jika memiliki penghasilan besar. 

Padahal, kebiasaan menabung dapat dibangun dari jumlah sekecil apa pun. 

Tidak ada angka minimal untuk mulai menabung, yang penting adalah konsistensi.

Mereka yang stabil secara finansial biasanya memiliki kebiasaan menyisihkan sebagian dari pendapatan mereka secara rutin, meskipun jumlahnya kecil. 

Kebiasaan ini melatih kedisiplinan dan memastikan bahwa mereka memiliki dana cadangan saat keadaan darurat terjadi. 

Salah satu metode yang bisa diterapkan adalah sistem "bayar diri sendiri terlebih dahulu," yaitu dengan langsung menyisihkan sejumlah uang untuk tabungan sebelum menggunakan penghasilan untuk kebutuhan lainnya.

Sebagai tambahan, Anda bisa menetapkan tujuan keuangan yang jelas, misalnya menabung untuk dana darurat, biaya pendidikan, atau investasi. 

Dengan memiliki tujuan yang spesifik, Anda akan lebih termotivasi untuk menabung secara konsisten.

3. Memanfaatkan Kekuatan Bunga Majemuk

Salah satu cara paling efektif untuk membangun kekayaan adalah dengan memanfaatkan bunga majemuk. 

Bunga majemuk memungkinkan uang Anda berkembang lebih cepat dibandingkan dengan hanya menyimpan uang di rekening biasa tanpa bunga.

Orang-orang yang sadar finansial tidak hanya menabung, tetapi juga menyimpan uang mereka di instrumen yang memberikan keuntungan dari bunga majemuk, seperti deposito, reksa dana, atau investasi saham dividen. 

Semakin lama dana tersebut dibiarkan tumbuh, semakin besar pula keuntungannya berkat efek bunga majemuk.

Sebagai contoh, jika Anda berinvestasi dalam instrumen yang memberikan bunga majemuk sebesar 10% per tahun, dalam waktu beberapa dekade, nilai investasi Anda bisa berkembang berkali-kali lipat tanpa perlu tambahan usaha yang besar. 

Oleh karena itu, semakin dini Anda mulai berinvestasi, semakin baik hasilnya.

4. Menghindari Hutang yang Tidak Perlu

Hutang bisa menjadi alat yang bermanfaat jika digunakan dengan bijak, seperti untuk membeli aset yang nilainya meningkat atau meningkatkan produktivitas kerja. 

Namun, banyak orang terjebak dalam hutang konsumtif yang justru membebani keuangan mereka.

Mereka yang berhasil stabil secara finansial memahami pentingnya hidup sesuai kemampuan dan menghindari hutang berbunga tinggi seperti kartu kredit atau pinjaman konsumtif yang tidak perlu. 

Jika memang harus berhutang, mereka akan memastikan bahwa pinjaman tersebut memiliki manfaat jangka panjang, seperti membeli rumah atau membayar pendidikan.

Sebagai prinsip dasar, jika sesuatu bisa dibeli secara tunai tanpa mengganggu stabilitas keuangan, lebih baik tidak berutang. 

Jika harus berutang, pastikan cicilannya tidak melebihi 30% dari penghasilan bulanan agar tidak membebani finansial Anda.

5. Selalu Belajar dan Meningkatkan Pengetahuan Finansial

Salah satu faktor yang membedakan mereka yang sukses secara finansial dengan yang tidak adalah sejauh mana mereka berinvestasi dalam pengetahuan keuangan. 

Dunia keuangan terus berkembang, dan pemahaman yang baik tentang keuangan pribadi dapat membuat perbedaan besar dalam kestabilan finansial seseorang.

Orang-orang yang ingin meningkatkan kestabilan finansial mereka sering kali membaca buku tentang keuangan, mengikuti seminar, atau belajar tentang cara mengelola uang dengan lebih baik. 

Dengan memahami dasar-dasar keuangan, mereka bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas dalam mengelola penghasilan dan investasi.

6. Belanja dengan Cerdas untuk Menghemat Uang

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa belanja dengan strategi yang tepat bisa membantu mereka menghemat banyak uang. 

Orang-orang yang memiliki kebiasaan stabil secara finansial biasanya mencari diskon, membandingkan harga, dan membeli barang berkualitas yang tahan lama.

Mereka menghindari pembelian impulsif dan lebih memilih untuk merencanakan belanjaan mereka agar tidak menghabiskan uang secara sembarangan. 

Salah satu strategi yang efektif adalah membuat daftar belanja sebelum pergi ke toko dan membatasi pembelian hanya pada barang yang benar-benar dibutuhkan.

7. Memiliki Lebih dari Satu Sumber Penghasilan

Bergantung hanya pada satu sumber penghasilan bisa menjadi risiko besar, terutama jika terjadi krisis ekonomi atau kehilangan pekerjaan. 

Oleh karena itu, mereka yang lebih stabil secara finansial sering kali mencari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Beberapa cara untuk menambah penghasilan termasuk bekerja sampingan, berinvestasi, atau menjalankan usaha kecil-kecilan. 

Dengan memiliki beberapa aliran pendapatan, mereka bisa lebih tenang secara finansial dan lebih siap menghadapi situasi yang tidak terduga.

8. Bersabar dan Tidak Mudah Tergoda Gaya Hidup Mewah

Salah satu kebiasaan terbaik yang dimiliki oleh mereka yang stabil secara finansial adalah kesabaran. 

Mereka memahami bahwa membangun kestabilan finansial membutuhkan waktu dan disiplin.

Mereka tidak terburu-buru ingin segera kaya dan tidak mudah tergoda untuk mengikuti tren gaya hidup mewah yang di luar kemampuan mereka. 

Dengan tetap berpegang pada prinsip hidup sederhana dan fokus pada tujuan jangka panjang, mereka akhirnya bisa mencapai kestabilan finansial tanpa tekanan berlebih.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho