JawaPos.com – Beberapa orang mungkin tanpa sadar mengembangkan kebiasaan mudah dimanfaatkan di tempat kerja.
Mereka berpikir bahwa kebiasaan itu membuat dirinya bermanfaat atau mudah diajak bekerja sama.
Padahal, kebiasaan itu diam-diam memberi sinyal kepada orang lain bahwa waktu dan ide Anda tidak bernilai tinggi.
Dilansir timesofindia, berikut lima kebiasaan yang membuat Anda terlihat lemah di tempat kerja dan solusi untuk memperbaikinya:
Baca Juga: 3 Kebiasaan Sehari-hari yang Ditinggalkan Orang Bahagia karena Diam-Diam Merampas Kedamaian Batin
1. Berhenti mengucap maaf
Beberapa orang pernah melakukannya: "Maaf mengganggu" "Maaf saya terlambat", dan "Maaf ini tidak sempurna."
Terus-menerus meminta maaf bukanlah kesopanan, itu adalah kebocoran verbal yang menandakan Anda merasa tidak pantas berada di ruangan itu.
Sebagai gantinya: Ubah "Maaf" dengan "Terima kasih."
Contoh: Alih-alih "Maaf saya terlambat," cobalah mengatakan "Terima kasih telah menunggu."
Hasilnya: Anda berhenti terdengar seperti meminta izin untuk ada dan mulai terdengar seperti seorang profesional yang menghargai waktu semua orang, termasuk waktu sendiri.
2. Jangan biarkan orang lain mengambil pujian atas pekerjaanmu
Anda bersusah payah menyusun laporan selama tiga hari, lalu saat rapat, seorang kolega tiba-tiba berkata, "Ide bagus, tim!"
Jika Anda tetap diam, pada dasarnya Anda memberi tahu orang-orang di ruangan itu bahwa pekerjaan Anda tidak penting.
Solusinya: Gunakan "Kepemilikan Santai." Anda tidak perlu agresif; cukup sampaikan fakta.
3. Lindungi waktu Anda
Jika Anda membalas pesan kolega atau atasan setiap malam, Anda bukannya berdedikasi justru memberi sinyal bahwa Anda tidak memiliki batasan.
Ketersediaan abadi membisikkan bahwa waktu Anda adalah prioritas rendah.
Solusinya: Perlakukan fokus dan waktu Anda seperti emas. Tetapkan batasan dan katakan tidak jika Anda tidak dapat memaksakan diri untuk bekerja di luar jam kerja.
4. Berhenti meminta izin untuk memimpin
Apakah Anda sering meminta persetujuan untuk tugas-tugas kecil? ini menunjukkan kurangnya pengalaman.
Sebagian besar waktu, atasan Anda hanya ingin masalahnya terselesaikan.
Batasnya: Jika itu tugas kecil (email, draf, panggilan rutin), langsung saja selesaikan.
5. Tunjukkan bahasa tubuh yang positif dan terbuka
Bahkan sebelum Anda berbicara, bahasa tubuh adalah hal yang diperhatikan orang lain tentang Anda.
Membungkuk, bergumam, atau membuat diri Anda tampak kecil di meja konferensi memberi tahu orang lain bahwa Anda tidak penting.
Sebaliknya, perbaiki postur dengan Berdiri tegak, jaga bahu Anda tetap ke belakang, dan pertahankan kontak mata yang stabil.