JawaPos.com - Setiap orang tentu mendambakan tubuh yang sehat dan jarang sakit.
Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ada sebagian orang yang tampaknya selalu bugar, jarang flu, dan memiliki energi yang stabil meskipun aktivitas mereka padat?
Ternyata, banyak di antara mereka tidak semata-mata “beruntung”, melainkan tanpa sadar sudah menerapkan pola kebiasaan yang sangat erat kaitannya dengan kesehatan fisik maupun mental.
Dilansir dari Geediting pada Selasa (26/8), dari sudut pandang psikologi, kebiasaan-kebiasaan ini sering terbentuk bukan karena kesengajaan, melainkan dari cara mereka merespons hidup, mengelola stres, dan menjaga hubungan dengan lingkungan.
Mari kita bahas delapan kebiasaan yang kerap dimiliki orang yang jarang sakit.
1. Mereka Punya Pola Tidur yang Konsisten
Tanpa disadari, orang yang jarang sakit biasanya disiplin dalam urusan tidur.
Mereka cenderung tidur dan bangun pada jam yang relatif sama setiap hari.
Psikologi menjelaskan bahwa otak manusia menyukai keteraturan, dan ritme sirkadian yang stabil membantu tubuh memperbaiki sel, mengatur hormon, dan memperkuat sistem imun.
2. Mengelola Stres dengan Cara yang Sehat
Bukan berarti hidup mereka bebas masalah, tetapi mereka punya mekanisme adaptif dalam menghadapi tekanan.
Alih-alih menyimpan emosi, mereka sering menyalurkannya lewat aktivitas sederhana: bercerita pada teman, menulis, berolahraga, atau sekadar berjalan kaki.
Baca Juga: 8 Tanggal Lahir Paling Hoki yang Dipercaya Akan Banjir Keberuntungan dan Rezeki Uang
Menurut psikologi kesehatan, stres kronis adalah salah satu pemicu turunnya daya tahan tubuh.
Jadi, kebiasaan ini menjadi tameng alami dari berbagai penyakit.
3. Memiliki Sikap Optimis
Optimisme ternyata lebih dari sekadar “pikiran positif”.
Penelitian psikologi menunjukkan bahwa orang optimis cenderung memiliki kadar hormon stres lebih rendah dan sistem kekebalan yang lebih responsif.
Tanpa sadar, cara pandang yang positif membuat mereka lebih tahan banting secara mental dan fisik.
4. Aktif Bergerak, Meski Tidak Selalu Olahraga Formal
Tidak semua dari mereka rutin ke gym atau lari maraton, tapi tubuh mereka jarang benar-benar diam.
Jalan kaki, naik tangga, atau melakukan pekerjaan rumah ternyata termasuk aktivitas fisik yang mendukung kesehatan jantung dan metabolisme.
Secara psikologis, orang yang aktif bergerak juga cenderung lebih produktif dan memiliki mood yang stabil.
5. Menjaga Kualitas Hubungan Sosial
Hubungan yang sehat dengan keluarga, sahabat, atau rekan kerja memberikan rasa aman secara emosional.
Psikologi sosial menemukan bahwa interaksi positif dapat menurunkan risiko depresi, kecemasan, bahkan meningkatkan imunitas tubuh.
Tidak heran orang yang punya jejaring sosial sehat sering terlihat lebih segar dan jarang sakit.
6. Makan dengan Kesadaran (Mindful Eating)
Orang yang jarang sakit biasanya tidak ekstrem dalam memilih makanan, namun mereka terbiasa mendengarkan tubuh.
Saat lapar, mereka makan; saat kenyang, mereka berhenti.
Kebiasaan ini, yang dalam psikologi disebut mindful eating, membuat mereka tidak mudah terjebak pola makan berlebihan atau kekurangan gizi.
7. Rajin Membuat Waktu untuk Istirahat Mental
Selain tidur, mereka tahu kapan harus berhenti sejenak.
Misalnya, berhenti dari layar komputer untuk melihat pemandangan, minum teh hangat, atau sekadar mengambil napas panjang.
Psikologi menyebut hal ini sebagai bentuk “self-regulation” yang membantu otak tetap fokus dan tubuh tidak mudah lelah.
8. Memiliki Rasa Syukur yang Tinggi
Rasa syukur tidak hanya membuat hati tentram, tetapi juga berdampak pada kesehatan tubuh.
Studi psikologi positif menunjukkan bahwa orang yang sering bersyukur memiliki kadar stres lebih rendah, tekanan darah lebih stabil, dan tidur lebih nyenyak.
Kebiasaan ini menenangkan sistem saraf dan mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Kesimpulan
Ternyata, orang yang jarang sakit tidak selalu melakukan ritual kesehatan yang rumit.
Sebagian besar dari mereka hanya menerapkan pola hidup sederhana yang konsisten: tidur cukup, mengelola stres, menjaga hubungan sosial, hingga bersyukur.
Semua kebiasaan ini, bila dilihat dari perspektif psikologi, menciptakan keseimbangan antara tubuh dan pikiran.
Pelajaran penting bagi kita adalah: kesehatan bukan hanya soal fisik, tapi juga tentang bagaimana kita mengelola emosi, pikiran, dan interaksi dengan lingkungan.
Dengan mulai meniru kebiasaan-kebiasaan sederhana ini, siapa pun bisa lebih jarang sakit dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.