← Beranda
Pelapor Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Mendadak Cabut Laporan, Polisi Tetap Lanjutkan Penyelidikan
Ryandi ZahdomoRabu, 22 Juli 2026 | 04.26 WIB
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Perkembangan terbaru kasus dugaan penculikan yang menimpa atlet golf putri Indonesia, Jesslyn Wijaya Lay, memasuki babak baru. Meski sang pelapor berinisial NA telah mengajukan surat pencabutan laporan secara resmi, Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat menegaskan tidak akan menghentikan proses penyelidikan demi memastikan keselamatan korban.

Polisi memilih terus melacak keberadaan dan kondisi Jesslyn sampai ada kepastian hukum serta jaminan keselamatan penuh, mengingat indikasi awal ialah penculikan.

Pelapor Mengaku Bukan Keluarga dan Tak Lihat Langsung

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengungkapkan bahwa pelapor berinisial NA yang merupakan teman dari Jesslyn mendatangi pihak kepolisian pada Minggu lalu untuk mencabut laporannya.

Baca Juga: Megawati Kenang Peristiwa Kudatuli, Minta Aparat Negara Netral Tak jadi Alat Kekuasaan

"Pada hari Minggu kemarin juga sudah meminta dengan secara tertulis melayangkan pencabutan karena yang bersangkutan merasa bukan keluarga dan tidak melihat langsung," ujar AKBP Roby, Selasa (21/7).

Meski begitu, pihak kepolisian menetapkan sikap tegas untuk tidak serta-merta menutup perkara. Kepolisian fokus memastikan bahwa insiden ini benar-benar steril dari tindak pidana lain atau ancaman terhadap korban.

"Namun kami dari Polres Metro Jakarta Pusat, dari Satreskrim dan juga dari Unit Sat Perlindungan Perempuan dan Anak, masih belum menghentikan penyelidikan sampai dengan dapat memastikan keamanan dan keselamatan korban," tegas Roby.

Terdeteksi Terbang ke Kuala Lumpur Bersama Kerabat

Berdasarkan hasil penelusuran manifes penerbangan dan rangkaian penyelidikan, polisi menemukan jejak pergerakan Jesslyn usai insiden dugaan penyergapan di sebuah restoran kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Senin (13/7) malam.

Sehari setelah kejadian, yakni pada 14 Juli 2026, Jesslyn diketahui telah meninggalkan Indonesia melalui Semarang menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Ia bertolak bersama dua orang lain yang teridentifikasi masih memiliki hubungan keluarga.

"Sampai saat ini, kami masih mengundang kedua orang tersebut, termasuk ayahnya, untuk memberikan keterangan terkait peristiwa ini kepada petugas Polres Metro Jakarta Pusat," jelas Roby.

Hingga saat ini, polisi masih menganalisis berbagai kemungkinan motif di balik peristiwa tersebut. Namun, polisi memastikan belum ada indikasi maupun laporan mengenai permintaan uang tebusan.

Kendala Rekaman CCTV di Lokasi Kejadian

Sebelumnya, kasus ini mencuat usai kuasa hukum korban, Andi Darti, membeberkan bahwa Jesslyn mendadak disergap sekelompok pria saat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di Restoran Saung Kita. Saksi di lokasi menyebut ada sekitar 4 hingga 5 orang yang membawa korban secara paksa ke dalam mobil hitam.

Terkait bukti di tempat kejadian perkara (TKP), AKBP Roby membeberkan bahwa penyidik belum menemukan rekaman kamera pengawas yang menunjuk langsung ke titik peristiwa.

Baca Juga: PDIP Sebut Keterlibatan Babinsa TNI Awasi Pajak Sebagai Kemunduran, Dianggap Penyalahgunaan Kekuasaan

"Untuk CCTV di lokasi, kebetulan tidak ditemukan CCTV yang mengarah ataupun merekam kejadian tersebut. Namun, keterangan saksi-saksi yang ada di lokasi memang menyampaikan ada kejadian tersebut," kata Roby.

Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia Shinta, menyatakan bahwa koordinasi lintas unit terus dilakukan untuk memantau kondisi Jesslyn.

"Langkah-langkah yang kami ambil adalah kami berkoordinasi dengan Satres Polres Metro Jakarta Pusat bekerja sama... untuk mengecek kondisi dan psikologi dari korban. Yang kami lihat adalah memang dari korban itu tidak ada kekerasan," ungkap Kompol Rita.

Polres Metro Jakarta Pusat kini berfokus mengumpulkan keterangan tambahan dari pihak keluarga inti gTagging: polres jakarta pusat, Jesslyn Wijaya, penculikan Jesslyn Wijaya, keluarga Jesslyn Wijaya

EDITOR: Sabik Aji Taufan