← Beranda
Pelaku Pengeroyokan Anak Aspri Hotman Paris Ngaku Anak Jenderal Bintang 2 dan Anak Wali Kota
Abdul RahmanSelasa, 16 Januari 2024 | 05.18 WIB
Muhammad Iqbal Frayudha menjadi korban pengeroyokan terjadi di daerah Kemang Jakarta Selatan pada Jumat (12/1) sekitar pukul 03.30 WIB.
 
JawaPos.com - Muhammad Iqbal Frayudha, anak dari asisten pribadi Hotman Paris bernama Putri Maya Rumanti menjadi korban pengeroyokan. Kejadian tak mengenakkan tersebut terjadi di daerah Kemang Jakarta Selatan pada Jumat (12/1) waktu dini hari.
 
Yang cukup mengejutkan, dua orang pelaku mengaku sebagai anak jenderal bintang 2 dan anak wali kota. "Dua orang pelaku mengaku sebagai anak jenderal bintang 2 dan anak wali kota. Mereka sama gengnya," kata Dedy DJ selaku kuasa hukum Iqbal di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (15/1).
 
Dedy DJ meyakini pelaku bukan lah anak jenderal ataupun anak walikota. Sebab, mobil yang mereka tumpangi saat itu adalah mobil Ertiga.
 
"Rasanya tidak mungkin seorang anak jenderal munggunakan mobil Ertiga, cuma speak saja kayaknya untuk menakut-nakuti," paparnya.
 
Kasus ini sedang ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan setelah dilaporkan atas kasus penganiayaan pada Jumat (12/1) lalu dengan disertai sejumlah bukti.Hari ini Iqbal menjalani BAP.
 
Dedy DJ pun meminta polisi untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan terhadap anak asisten Hotman Paris supaya diketahui secara pasti apakah yang bersangkutan memang benar merupakan anak jenderal dan anak walikota atau hanya sekedar mengaku-ngaku.
 
Dedy DJ sangat menyayangkan kejadian tidak mengenakkan tersebut. Kkliennya tidak bersalah namun justru diamuk. Mobil kiennya disenggol pada bagian spion namun yang marah-marah dan melakukan kekerasan justru pelaku.
 
Akibat aksi pengeroyokan yang dilakukan pelaku terhadap Iqbal, korban sempat mengalami pingsan. Iqbal mengaku dipiting dari belakang, dibanting, hingga ditendang pada bagian rusuk dan dada sampai pingsan.
 
Dedy DJ bersyukur Iqbal cepat dilarikan ke rumah sakit setelah pingsan tidak sadarkan diri. Dengan demikian, nyawanya pun dapat diselamatkan.
 
"Mungkin kalau nggak cepat dibawa, nggak tahu lagi. Mungkin bisa kayak kasus Mario Dandy itu," tuturnya.
EDITOR: Estu Suryowati