← Beranda
150 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal usai Si Jago Merah Meluluhlantakan 18 Rumah di Kebayoran Lama
Antara• Rabu, 23 September 2026 | 14.06 WIB
Kebakaran yang menghanguskan 18 rumah dan empat tempat usaha di Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05/01, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026). (ANTARA/Luthfia Miranda Putri).

 

 

 

JawaPos.com - Sebanyak 150 jiwa terdampak dari kebakaran 18 rumah dan empat tempat usaha di Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05/01, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, 150 jiwa harus kehilangan tempat tinggal," kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan Asril Rizal dalam keterangannya di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu (23/9).

Ihwal adanya kejadian ini, dia mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari warga mengenai kebakaran yang sudah membesar pada pukul 20.31 WIB melalui saluran telepon darurat.

Untuk mengatasinya, sebanyak 24 unit mobil pemadam kebakaran beserta 128 personel dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar sekitar 18 rumah tinggal dan empat tempat usaha di atas lahan seluas 1.205 meter persegi itu.

Kemudian, pada pukul 21.20 WIB, api dapat dilokalisir oleh personel dan langsung dilakukan pendinginan pada pukul 21.33 WIB. Lalu, pada pukul 24.00 WIB, seluruh proses pemadaman dinyatakan selesai.

"Untuk penyebab kebakaran sendiri diduga dari korsleting listrik di salah satu rumah," ungkap Asril.

Sementara itu, Ketua RT 05/01, Kebayoran Lama Utara, Nanang menyebutkan api berawal dari sebuah rumah kontrakan dan dengan cepat menjalar ke bangunan lainnya. Warga berusaha memadamkan api tersebut dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun gagal.

Baca Juga: Kebakaran Melalap Rumah Tinggal di Kebayoran Lama, 24 Unit Pemadam Dikerahkan

"Api cepat sekali membesar, walaupun di lokasi tersebut masih ada rintikan air hujan. Untungnya, petugas segera melakukan pemadaman, sehingga api tidak menjalar ke bangunan gedung ataupun wilayah yang terpisah dengan gang," tutur Nanang. 

EDITOR: Kuswandi