JawaPos.com - Debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang terbawa hingga sejumlah wilayah Jakarta dan Tangerang ternyata tidak hanya membuat pemilik kendaraan harus membersihkan mobil lebih sering. Kondisi itu justru membawa berkah bagi sejumlah usaha cucian mobil karena jumlah pelanggan meningkat dalam dua hari terakhir.
Andray, pengurus Andiwijaya Steam di kawasan Karawaci, Tangerang, mengatakan bahwa puluhan kendaraan datang untuk membersihkan debu yang menempel di bodi mobil. Dalam sehari, tempat usaha tersebut bahkan bisa menerima hingga 70 mobil.
“Hari ini, 40 mobil,” kata Andray ditemui JawaPos.com, Selasa (8/9).
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai sekitar 70 mobil. Menurut dia, sebagian besar pelanggan datang dengan keluhan yang sama, yakni bodi mobil dipenuhi debu sehingga membutuhkan pencucian menyeluruh.
“Senin kemarin malah sampai 70 mobil,” ujarnya.
Banyak Pemilik Mobil Datang Khusus untuk Cuci Bodi
Debu yang menempel di permukaan kendaraan membuat layanan pencucian bodi menjadi yang paling banyak diminati. Andray menyebut kalau pelanggan umumnya ingin menghilangkan lapisan debu yang terlihat jelas pada bagian luar kendaraan.
“Kebanyakan minta cuci bodi karena debu,” katanya.
Penanganannya pun tidak cukup hanya dengan mengelap permukaan mobil. Debu yang menempel perlu lebih dulu dibilas agar tidak ikut bergesekan dengan permukaan cat ketika kendaraan dibersihkan.
Karena itu, proses pencucian dilakukan menggunakan air bertekanan untuk membantu melepaskan debu dari bodi kendaraan sebelum tahap pembersihan berikutnya.
Dampak Debu Vulkanik Bawa Berkah bagi Usaha Steam
Lonjakan jumlah kendaraan yang masuk membuat fenomena debu vulkanik memiliki sisi lain bagi pelaku usaha cuci mobil. Ketika pemilik kendaraan memilih segera membersihkan mobilnya, tempat pencucian kendaraan ikut merasakan peningkatan permintaan.
Namun, kondisi tersebut diperkirakan tidak berlangsung lama dan sangat bergantung pada seberapa luas sebaran debu serta kondisi cuaca di wilayah terdampak.
Andray memperkirakan pelanggan yang datang dengan mobil berdebu masih akan terlihat hingga beberapa hari ke depan.
“Sampai besok kemungkinan masih ada orang bawa mobil berdebu,” ujarnya.
Bagi pemilik kendaraan, situasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa debu vulkanik sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama menempel pada permukaan mobil. Membersihkannya dengan metode yang tepat dapat membantu mengurangi risiko permukaan kendaraan tergores akibat partikel yang ikut bergesekan saat dilap.
Baca Juga: 7 Bagian Kendaraan yang Wajib Dicek setelah Terpapar Abu Vulkanik
Di tengah dampak debu vulkanik yang mengganggu aktivitas warga, meningkatnya antrean kendaraan di tempat pencucian menjadi gambaran kecil dari sisi ekonomi yang muncul di lapangan: sesuatu yang merepotkan bagi pemilik mobil justru menjadi tambahan pekerjaan bagi pelaku usaha steam.