← Beranda
Dipicu Kecelakaan Anak SD, Tawuran Warga Pecah di Bukit Duri Jakarta Selatan
Ryandi ZahdomoSabtu, 22 Agustus 2026 | 03.22 WIB
Ilustrasi tawuran. (Radar Surabaya)
JawaPos.com - Aksi tawuran antarwarga pecah di area sisi rel kereta api kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan, pada Jumat (21/8). 

Insiden ini dipicu oleh ketegangan antarorang tua pascakecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak Sekolah Dasar (SD) sehari sebelumnya.

Lurah Bukit Duri, Muhamad Ngasri, mengonfirmasi bahwa bentrokan tersebut merupakan puncak dari perselisihan yang terjadi sejak Kamis (20/8) malam.
Baca Juga: Novel Baswedan Soroti Dugaan Kompromi Penyelidikan KPK di Kabupaten Bogor

Peristiwa ini bermula ketika rombongan anak kelas 6 SD menyeberang jalur rel kereta api. Dalam insiden tersebut, salah satu anak dari kelompok warga tertabrak kendaraan.

Perselisihan antara orang tua murid tak terhindarkan hingga berujung pada bentrokan yang memakan korban luka.

"Ya kronologinya mungkin kemarin malam Kamis. Anak-anak nyebrang rel, anak sebelah ketabrak. Anak-anak kelas 6 SD. Orangtuanya ribut antarwarga, puncaknya semalam. Karena semalam ada terluka,” ujar Ngasri, Jumat (21/8).

Gagal Damai Akibat Provokasi Pihak Luar

Pihak kelurahan sebenarnya telah berupaya menengahi konflik tersebut. Namun, upaya mediasi formal yang digelar di Kantor Kelurahan Bukit Duri tidak berumur panjang.

Hanya berselang sepuluh menit setelah pertemuan selesai, massa kembali berbentrok di lapangan.
Baca Juga: Rute Sepeda Bisa Jadi Karya, United Bike Gelar Draw Cycling Challenge Gandeng Bike to Work Indonesia

"Tadi sempat didamaikan kembali di kelurahan saya panggil. Sepuluh menit keluar dari kelurahan, di lokasi pecah," ungkap Ngasri.

Ia menegaskan, bentrokan di area rel kereta tersebut tidak sepenuhnya melibatkan warga lokal. Ia mengindikasikan adanya keterlibatan massa dari luar wilayah Bukit Duri yang memperkeruh suasana.

"Ada provokasi dari pihak luar. Bukan banyak warga Bukit Duri," tegasnya.

Meski sempat memanas, situasi di lokasi kejadian saat ini dipastikan telah terkendali.

"Sudah reda. Udah reda barusan," ucapnya
EDITOR: Bintang Pradewo