← Beranda
Lama Tak Datang, 200 Massa yang Geruduk Rumah MC Challenge Hafalan Alquran Newport Bubarkan Diri
Tazkia Royyan HikmatiarRabu, 12 Agustus 2026 | 19.53 WIB
Kawasan rumah E, MC yang bekerja di booth Newport saat challenge hafalan Alquran berhadiah miras yang digeruduk massa (Radar Bekasi)

 

JawaPos.com - Sekitar 200 massa menggeruduk rumah kontrakan E, MC yang bekerja di booth Newport dan viral karena challenge hafalan Alquran berhadiah minuman keras. Namun, karena sudah lama ditunggu tak datang dan rumah dalam keadaan kosong, massa pun membubarkan diri.

Penggerudukan massa itu terjadi di rumah kontrakan E yang berada di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi sekitar pukul 19.30 WIB.

“Sekitar habis Isya, jam setengah delapanan. Kurang lebih 200 orang,” kata salah seorang warga, Gagah, 48, kepada wartawan, seperti dikutip dari Radar Bekasi (Jawa Pos Grup), Rabu (12/8).

Gagah mengatakan bahwa mayoritas massa yang menggeruduk itu mengenakan pakaian seperti baju koko dan gamis. Namun, penggerudukan itu tak membuahkan apa-apa. Sebab, E sudah tak ada di rumahnya.

“E sebelum kejadian itu sudah pergi. Memang rumahnya kosong. Sudah semingguan, orangnya memang jarang pulang,” tuturnya.

Meski begitu, ratusan massa itu tetap bertahan selama satu jam setengah di depan rumah E untuk memastikan keberadaannya. Kepolisian sempat datang dan memediasi massa yang menuntut agar E segera ditangkap karena diduga melecehkan agama.

Namun setelah mendapat penjelasan bahwa E tidak berada di rumah, situasi akhirnya dapat diredam. Massa pun kemudian membubarkan diri sekitar pukul 21.00 WIB.

Sebelumnya, brand minuman keras (miras) Newport menyebut aksi challenge hafalan Alquran yang terjadi di booth mereka saat festival musik The Sounds Project pada Minggu (9/8) bukan bagian dari program marketing.

Peristiwa yang viral dan menuai kecaman publik itu disebut Newport sebagai aksi yang dilakukan secara spontan oleh pengunjung, karena mengambil alih mikrofon dari MC.

“Newport perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi,” kata Direktur Newport Handoko Sasongko dalam pernyataannya, Selasa (11/8).

Meski demikian, Handoko mengakui adanya kelemahan dalam pengawasan di lokasi acara. Kondisi tersebut membuat pengunjung dapat mengambil alih mikrofon yang sebelumnya digunakan MC.

Ia mengaku menyesalkan situasi tersebut tidak ditangani sebagaimana mestinya saat kejadian berlangsung.

Baca Juga: Polisi Selidiki Kasus Hafalan Berhadiahkan Minuman Keras, Newport Akui Kesalahan dan Minta Maaf

“Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap pengunjung yang bisa mengambil alih mic dari MC di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi,” ucap Handoko

 

EDITOR: Kuswandi