← Beranda
Fakta-Fakta Temuan 996 Senjata di Sekolah Swasta Jaksel
Ryandi Zahdomo• Sabtu, 8 Agustus 2026 | 00.28 WIB
Ilustrasi senjata api

JawaPos.com - Polda Metro Jaya meluruskan simpang siur informasi temuan 996 senjata di salah satu sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Usai pendalaman, pihak kepolisian memastikan mayoritas temuan tersebut bukanlah senjata api.

Penyelidikan yang melibatkan Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan itu mengonfirmasi bahwa 995 dari 996 pucuk senjata itu merupakan senapan angin.

Sementara itu, hanya ada satu pucuk yang teridentifikasi sebagai senjata api organik.

"Dari 996 pucuk yang diduga senjata, kami sampaikan bahwa 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api. Dan satu pucuk merupakan senjata api jenis Franchi SPA SPAS-15 kaliber 12GA," ujar Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Jumat (7/8).

Baca Juga: Klarifikasi Temuan 995 Senjata di Sekolah Swasta Jaksel: Untuk ekskul dan Miliki Izin Resmi

Senpi Terdeteksi Atas Nama Warga yang Meninggal

Satu pucuk senjata api jenis Franchi SPA SPAS-15 kaliber 12GA tersebut kini telah disita oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk diteliti lebih lanjut.

Berdasarkan penelusuran Subdit Wassendak Ditintelkam Polda Metro Jaya, dokumen kepemilikan senjata api itu terdaftar atas nama seseorang berinisial DS.

Namun, pemilik yang terdaftar diketahui telah meninggal dunia sejak beberapa tahun lalu.

"DS diketahui telah meninggal dunia pada 2020. Karena itu, senjata tersebut diamankan untuk memastikan status kepemilikan, perizinan, dan penguasaan barang tersebut," terang Budi.

Rincian Ratusan Senapan Angin dan Dokumen Impor

Adapun untuk 995 pucuk senapan angin yang disita, kepolisian merinci barang bukti tersebut terdiri dari:

Baca Juga: Geger Temuan 995 Senjata Api, Narkoba hingga CD Porno di Sekolah Kebayoran Lama

4 pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm

215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 mm

776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 mm

Seluruh senapan angin tersebut saat ini telah dipindahkan dan disimpan secara aman di gudang Subdit Wassendak Ditintelkam Polda Metro Jaya.

Di sisi lain, proses pemeriksaan internal yang dilakukan pihak yayasan pada Rabu (5/8) turut menemukan dokumen terkait senjata-senjata tersebut. 

Baca Juga: Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan

Petugas mendapati surat izin impor airsoft gun atau senapan angin bernomor SI/5483-XII/2008.

Polisi Usut Alasan Penyimpanan dan Periksa Mantan Pengurus

Hingga saat ini, penyidik masih terus mendalami motif serta alasan di balik penyimpanan ratusan benda menyerupai senjata api tersebut di dalam lingkungan yayasan.

Pihak kepolisian berencana memanggil dan meminta keterangan dari seorang pria berinisial IW yang diketahui pernah menjabat sebagai pengurus yayasan tersebut.

"Yang bersangkutan dulu merupakan pengurus yayasan, sehingga akan kami dalami terkait asal-usul, kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, dan tujuan penyimpanan," tegas Budi.

Polda Metro Jaya memastikan proses hukum dan penyelidikan masih terus berjalan secara transparan guna memastikan seluruh prosedur penanganan barang bukti sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Baca Juga: Tak hanya Ratusan Pucuk Senpi, Ada Bunker Misterius di Sekolah Swasta Jaksel

 

EDITOR: Bayu Putra