JawaPos.com - Kawasan Pesakih, Cengkareng, Jakarta Barat mendadak mencekam pada Sabtu (4/7) dini hari.
Pasukan gabungan kepolisian memergoki sekelompok pemuda yang tawuran di tengah pemukiman warga. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan.
Tim Patroli Perintis Presisi (TPPP) Sat Samapta Polres Metro Jakarta Barat bersama Personel Patra Brimob Polda Metro Jaya berupaya meredam situasi sebelum jatuh korban jiwa.
Empat remaja yang diduga kuat sebagai motor penggerak aksi tersebut langsung diringkus di lokasi kejadian sekitar pukul 03.30 WIB.
Baca Juga: Pesawat AMA Air Dibakar dan Pilot Ditembak, Polisi: Pelaku Grup Baru KKB di Yahukimo
Kasat Samapta Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Dr. Eko Adi Setiawan, mengungkapkan bahwa operasi kilat ini bermula dari patroli rutin wilayah yang dipimpin oleh Ipda Puji Margono bersama personel Patra Yon A Brimob PMJ.
"Sekitar pukul 03.00 WIB, petugas menerima informasi krusial dari warga mengenai adanya kerumunan pemuda yang mencurigakan. Mereka dilaporkan berkumpul sambil menenteng senjata tajam," ujar Kompol Eko, Minggu (5/7).
Menanggapi alarm bahaya tersebut, petugas bergerak taktis menuju titik lokasi. Setibanya di kawasan Pesakih, polisi mendapati bentrokan antar-kelompok sudah pecah.
Melihat kedatangan polisi, para pelaku langsung kocar-kacir. Petugas di lapangan dengan sigap melakukan pembubaran dan memburu para remaja yang mencoba meloloskan diri ke gang-gang sempit.
Sita Celurit dan Kembang Api
Dari hasil pengejaran tersebut, polisi berhasil mengamankan empat remaja pria yang masing-masing berinisial R.A., F.F., A.K., dan R.S.G.
Baca Juga: Jenderal Polisi Terlibat Korupsi MBG, Komisi III DPR RI Ingatkan Tak Ada yang Kebal Hukum
Selain membekuk para terduga pelaku, petugas juga menyisir area sekitar dan menemukan sejumlah barang bukti yang diduga akan digunakan untuk saling serang.
"Dari lokasi kejadian, petugas menyita barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis celurit, satu unit telepon genggam, serta satu buah kembang api yang biasa digunakan sebagai pemantik tawuran," jelas Kompol Eko.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat remaja beserta seluruh barang bukti langsung digelandang ke Markas Polsek Cengkareng guna menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut.
Polisi Petakan Peran Masing-Masing Pelaku
Secara terpisah, Kapolsek Cengkareng AKP Rahis Fadhlillah membenarkan adanya pelimpahan kasus dan penyerahan empat remaja tersebut dari Tim Patroli Perintis Presisi. Saat ini, pihak penyidik masih melakukan interogasi mendalam.
"Benar, kami telah menerima penyerahan empat remaja yang diduga terlibat aksi tawuran beserta barang buktinya. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing dari mereka," tegas AKP Rahis Fadhlillah.
Baca Juga: Polisi Tangkap Empat Pembunuh Tapir di Mesuji, Daging Sempat Dibagi ke Warga
Belajar dari insiden ini, Rahis mengimbau kepada para orang tua di wilayah Jakarta Barat untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka.
"Kami meminta para orang tua memantau ketat aktivitas anak, khususnya pada malam hingga dini hari. Jangan biarkan mereka keluar rumah tanpa alasan jelas," tambahnya.
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat tetap aktif menjaga kamtibmas di lingkungan masing-masing.
Jika melihat pergerakan massa yang mencurigakan, warga diimbau segera menghubungi layanan darurat Kepolisian di nomor 110 agar tindakan pencegahan bisa langsung dilakukan.
Baca Juga: Polda Jateng Tahan Polisi Pelaku Penganiayaan Perempuan Hingga Luka Bakar 47 Persen