← Beranda
Nama Kampus Dicatut? UNJ, UNAS hingga UBSI Kompak Bantah Keterlibatan di BEM Bersatu
Nanda PrayogaRabu, 17 Juni 2026 | 20.07 WIB
Massa aksi demo di Jakarta pada Jumat (12/6) diadang oleh aparat keamanan dari TNI-Polri. Mereka tidak diperbolehkan berdemo di Bundaran HI. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Aliansi mahasiswa, BEM Bersatu muncul di permukaan publik di tengah eskalasi demonstrasi yang meningkat di kalangan mahasiswa. Namun, BEM Bersatu datang dengan narasi berbeda.

BEM Bersatu mengklaim bahwa pergerakan mahasiswa saat ini mulai kehilangan arah, minim kajian, lemahnya substansi, dan ketidakjelasan substansi tuntutan. Bahkan, mereka menyatakan penolakan mahasiswa ditunggangi politik praktis.

Kami, BEM Bersatu, menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan," kata juru bicara BEM Bersatu Rahmat Djimbula dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/6).

Tak lama berselang, muncul gelombang klarifikasi-klarifikasi oleh berbagai Universitas yang namanya dicatut oleh BEM Bersatu, berikut di antaranya!

 

Klarifikasi BEM FTI UBSI

Menariknya, terdapat salah satu mahasiswa yang mengklaim dirinya perwakilan dari BEM Fakultas Teknik Universitas Bina Sarana Informatika (FTI UBSI). Melihat hal ini, FTI UBSI mengklarifikasi bahwa Ahmad bukan perwakilan resmi dari mereka.

Hal ini terlihat pada akun Instagram, @bemftiubsi, bahwa mereka mengungkap bahwa organisasi mereka sama sekali tak terlibat dalam kegiatan BEM Bersatu.

Bahkan, BEM FTI UBSI juga mengungkap bahwa pihaknya tidak pernah menghadiri konferensi pers tersebut, termasuk mengirimkan perwakilan untuk berpartisipasi..

“BEM FTI UBSI tidak memiliki pengurus, anggota, maupun ketua bernama ‘Ahmad’ sebagaimana yang disebutkan dalam pemberitaan terkait,” bunyi salah satu poin klarifikasi resmi BEM FT UBSI.

 

Klarifikasi Universitas Nasional

Universitas Nasional juga turut mengklarifikasi bahwa hingga 16 Juni 2026 tak memiliki organisasi BEM tingkat universitas ataupun fakultas. Hal ini menegaskan bahwa klaim seorang individu bernama Ardi Zulkifly sebagai Ketua BEM FISIP Universitas Nasional adalah salah.

“Kehadiran maupun pernyataan yang disampaikan oleh yang bersangkutan dalam

kegiatan tersebut merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak dapat ditafsirkan

sebagai sikap, pandangan, maupun representasi resmi FISIP Universitas Nasional,” ungkap FISIP Unas.

Bahkan, FISIP Universitas Nasional meminta kepada pihak-pihak yang telah mempublikasikan identitas yang bersangkutan sebagai Ketua BEM FISIP Universitas Nasional untuk melakukan koreksi atau penyesuaian informasi sesuai dengan kondisi kelembagaan yang sebenarnya.

 

Klarifikasi BEM Fakultas Psikologi UNJ

BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) turut memberikan penjelasan terkait polemik yang muncul.

Melalui unggahan resmi di akun Instagram organisasi, BEM FPsi UNJ menegaskan bahwa mereka tidak pernah memberikan mandat maupun izin kepada pihak mana pun untuk bertindak atas nama organisasi atau menggunakan identitas BEM FPsi UNJ dalam aktivitas yang berkaitan dengan forum tersebut.

Dalam keterangannya, organisasi itu menjelaskan bahwa sosok yang disebut hadir dalam konferensi pers merupakan alumni Fakultas Psikologi UNJ angkatan 2020 dan tidak termasuk dalam jajaran pengurus aktif BEM FPsi UNJ periode 2026.

Atas dasar itu, BEM FPsi UNJ menegaskan bahwa seluruh pernyataan, tindakan, maupun pandangan yang disampaikan oleh individu tersebut merupakan tanggung jawab pribadi.

Organisasi menekankan bahwa hal tersebut tidak dapat diartikan sebagai sikap atau posisi resmi BEM FPsi UNJ.

 

Pernyataan Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang

Sementara itu, Aliansi Mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) menyampaikan sikap tegas terkait keterlibatan seorang mahasiswa bernama Alfy yang disebut mengatasnamakan diri sebagai Ketua BEM FEB Unpam.

Dalam pernyataannya, aliansi tersebut mengecam adanya dugaan penggunaan identitas mahasiswa maupun organisasi kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang untuk mewakili forum BEM Bersatu tanpa dasar yang jelas.

Menurut mereka, tindakan tersebut berpotensi merusak reputasi kampus, menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi, serta mencoreng nilai dan kehormatan gerakan mahasiswa.

Sebagai tindak lanjut, Aliansi Mahasiswa Unpam mendesak pihak universitas untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pihak yang diduga terlibat.

Mereka juga meminta agar sanksi dijatuhkan sesuai ketentuan yang berlaku serta mendorong kampus mengeluarkan pernyataan resmi melalui saluran komunikasi institusi guna memulihkan citra dan nama baik Universitas Pamulang. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan