← Beranda
Buka Pintu Kolaborasi Global lewat Pameran Desain Merek Tiongkok
Dinarsa KurniawanKamis, 4 Juni 2026 | 08.54 WIB
Mahasiswa dan pengunjung mengamati karya-karya dalam Pameran Internasional Desain Merek Inovatif Lintas Budaya dari Delta Sungai Yangtze. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com - Arus globalisasi mendorong perguruan tinggi untuk semakin aktif membangun jejaring internasional guna memperkaya pengalaman akademik dan membuka peluang kolaborasi lintas negara.

Di tengah kebutuhan tersebut, berbagai forum dan kegiatan internasional menjadi ruang strategis bagi kampus untuk memperluas koneksi sekaligus memperkenalkan kapasitas akademiknya di tingkat global.

“Mahasiswa tidak hanya belajar dari teori di ruang kelas, tetapi juga dapat memahami praktik terbaik dan perkembangan terbaru yang terjadi di tingkat internasional,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Mercu Buana (UMB) Irmulansati Tomohardjo saat pembukaan Pameran Internasional Desain Merek Inovatif Lintas Budaya dari Delta Sungai Yangtze di Kampus UMB, Jakarta Barat, Selasa (2/6).

Kegiatan yang berlangsung pada 1–14 Juni 2026 tersebut menjadi salah satu langkah UMB dalam memperluas jaringan kerja sama global. Pameran yang mendapat dukungan Dana Seni Nasional Tiongkok itu menghadirkan karya-karya desain unggulan sekaligus menjadi wadah pertukaran pengetahuan antara akademisi, peneliti, dan praktisi dari Indonesia maupun Tiongkok.

Selain pameran, agenda tersebut juga diramaikan dengan simposium akademik internasional yang membahas berbagai isu terkait desain, branding, budaya, dan inovasi. Forum itu menghadirkan sejumlah perguruan tinggi dan institusi pendidikan dari Tiongkok yang membuka peluang kerja sama lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan industri kreatif.

Menurut Irmulansati, kolaborasi lintas negara memberi kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh perspektif baru mengenai perkembangan desain, komunikasi visual, hingga pengelolaan merek yang berkembang di berbagai negara.

Pameran menampilkan 100 karya desain terbaik hasil kreasi desainer muda Tiongkok yang mengembangkan identitas berbagai merek khas kawasan Delta Sungai Yangtze.

Karya yang dipamerkan mencakup desain visual merek, desain produk kreatif berbasis budaya, hingga komunikasi visual lintas budaya yang memadukan nilai tradisional dengan pendekatan kontemporer.

Sejumlah merek ternama Tiongkok turut hadir dalam pameran tersebut, antara lain White Rabbit, Dunhuang Musical Instruments, Maochang Eyewear, Wu Liangcai Eyewear, dan Guanshengyuan.

Melalui berbagai karya itu, pengunjung dapat melihat bagaimana kekayaan budaya lokal diterjemahkan menjadi identitas merek yang relevan dengan kebutuhan pasar modern.

Pembukaan pameran juga dihadiri Dekan Fakultas Branding Sino-Jerman Yiping Zhang serta Wakil Dekan Sekolah Seni, Desain, dan Media Jian Sun. Kehadiran mereka mencerminkan besarnya perhatian terhadap pengembangan kolaborasi internasional di bidang desain dan ekonomi kreatif.

Sementara itu, simposium akademik yang berlangsung selama kegiatan mengangkat sejumlah tema, mulai dari pengembangan merek berbasis tradisi, inovasi pada merek-merek bersejarah, komunikasi pemasaran digital, hingga pemanfaatan kembali limbah industri atau upcycling dalam praktik desain berkelanjutan.

Melalui diskusi tersebut, para peserta bertukar gagasan mengenai strategi pengembangan merek di era global sekaligus membahas peran desain dalam menjaga warisan budaya dan mendorong lahirnya inovasi yang berkelanjutan.

Bagi UMB, penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, mulai dari program pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, hingga pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri global. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan