← Beranda
Preman Tanah Abang yang Pecahkan Mangkok Pedagang Bakso Dibekuk Polisi, Positif Gunakan Sabu
Ryandi ZahdomoSabtu, 11 April 2026 | 04.20 WIB
Ilustrasi bakso. (Freepik)

JawaPos.com - Aksi premanisme di kawasan Tanah Abang kembali bikin resah. Sebuah video viral menunjukkan aksi pemalakan brutal terhadap pedagang bakso dan kopi di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Fachrudin, Kampung Bali. Tak butuh waktu lama, polisi langsung turun tangan meringkus para pelaku.

Peristiwa ini bermula di warung kopi Berkah pada Kamis (9/4) malam. Para pelaku tidak hanya meminta uang secara paksa, tetapi juga melakukan perusakan barang dagangan untuk menakut-nakuti korban.

Polisi bergegas mengamankan tiga pria berinisial TDT, 26, DA, 36, dan OP, 36. Ketiganya merupakan warga setempat yang kerap mangkal di lokasi tersebut. Modus yang mereka gunakan adalah meminta "uang jatah" dengan intimidasi fisik.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Reynold E.P. Hutagalung menuturkan, para pelaku mematok tarif tertentu kepada pedagang kecil yang sedang mencari nafkah.

"Pelaku meminta uang jatah keamanan sebesar Rp300 ribu kepada korban sambil mengancam akan menusuk apabila tidak diberikan. Ini jelas tindakan premanisme yang meresahkan masyarakat," ujar Reynold, Jumat (10/4).

Reynold menegaskan komitmennya untuk membersihkan wilayah Jakarta Pusat, khususnya Tanah Abang, dari aksi preman jalanan yang merugikan pedagang dan warga.

"Kami pastikan setiap bentuk premanisme akan ditindak tegas. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan tindakan serupa," tegas Kapolres.

Viral Pecahkan Mangkok Bakso

Aksi premanisme pelaku terekam jelas dalam video yang beredar luas di media sosial. Salah satu pelaku terlihat mengamuk dan memecahkan mangkok milik pedagang bakso karena permintaannya tidak dituruti.

Kapolsek Metro Tanah Abang Dhimas Prasetyo memastikan, personelnya langsung melakukan pengecekan ke lokasi setelah laporan warga masuk.

"Setelah menerima informasi, anggota langsung bergerak ke TKP dan melakukan penyelidikan. Ketiga pelaku berhasil kami amankan dan dibawa ke Polsek untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelas Dhimas.

Pelaku Positif Sabu dan Bawa Sajam

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang digunakan untuk mengancam pedagang.

Hasil tes urine menunjukkan bahwa TDT, DA, dan OP positif mengonsumsi narkotika jenis sabu. Saat ini, kepolisian tengah melakukan pengembangan kasus terkait jaringan penyalahgunaan narkoba tersebut.

Kini, ketiga pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi atas pasal pemerasan, pengancaman, serta penyalahgunaan narkotika.

EDITOR: Estu Suryowati