JawaPos.com - Ramadhan 2026 yang dimulai pada 19 Februari kemarin dan membawa perubahan ritme harian warga Jakarta. Aktivitas tetap berjalan, tetapi jam sibuk tak lagi sepenuhnya mengikuti pola biasa.
Menjelang waktu berbuka, arus kendaraan cenderung memadat lebih cepat. Jika kamu sering beraktivitas di luar rumah pada sore hari, ada beberapa titik yang patut diwaspadai.
Berikut delapan lokasi yang diprediksi jadi “zona merah” selama Ramadhan 2026. Daftar ini bisa jadi panduan agar perjalananmu lebih lancar, terutama di jam rawan macet pukul 15.00–17.00 WIB.
1. Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat
Kawasan Bendungan Hilir atau Benhil hampir selalu jadi magnet pemburu takjil. Lapak kuliner yang memadati sisi jalan membuat ruang gerak kendaraan menyempit.
Ditambah arus pekerja yang pulang lebih awal, kemacetan di sini kerap terjadi bahkan sebelum pukul 16.00 WIB. Jika tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya hindari melintas saat sore hari.
2. Pasar Santa, Jakarta Selatan
Area Pasar Santa dikenal sebagai salah satu sentra kuliner populer. Selama Ramadhan, jumlah pengunjung meningkat signifikan, terutama menjelang maghrib. Parkir yang terbatas dan kendaraan yang berhenti sembarangan sering memicu antrean panjang di ruas jalan sekitarnya.
3. Tebet dan Sekitarnya
Tebet selalu hidup saat bulan puasa. Selain deretan tempat makan, banyak warga yang ngabuburit di kawasan ini. Kombinasi kendaraan pribadi, ojek online, dan pejalan kaki membuat lalu lintas kerap tersendat, khususnya di jalan-jalan penghubung antarkawasan.
4. Blok M, Jakarta Selatan
Sebagai pusat perbelanjaan dan transit, Blok M tidak pernah benar-benar sepi. Saat Ramadhan, lonjakan aktivitas terjadi menjelang berbuka dan selepas tarawih. Arus kendaraan dari berbagai arah bertemu di simpang-simpang utama, menciptakan perlambatan yang cukup terasa.
5. Sekitar Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat
Kawasan sekitar Masjid Istiqlal diprediksi lebih padat dari biasanya, terutama menjelang waktu salat maghrib dan isya. Selain jemaah, lalu lintas wisata religi dan pedagang musiman ikut memengaruhi kepadatan. Pengendara yang melintas di Jalan Lapangan Banteng dan sekitarnya perlu ekstra sabar.
6. Grogol dan Palmerah, Jakarta Barat
Sentra kuliner dan akses menuju kampus serta pusat perbelanjaan membuat Grogol dan Palmerah rawan padat saat sore. Pergerakan kendaraan dari arah Slipi, Tomang, dan Tanjung Duren sering bertemu di titik yang sama. Ketika volume meningkat bersamaan, kemacetan sulit dihindari.
7. Jalan Jenderal Sudirman–MH Thamrin
Ruas protokol seperti Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin tetap menjadi barometer lalu lintas ibu kota. Selama Ramadhan, jam pulang kantor yang lebih fleksibel membuat kepadatan muncul lebih awal. Sejak pukul 15.30 WIB, laju kendaraan sudah melambat, terutama di titik-titik persimpangan besar.
8. Gatot Subroto, Rasuna Said, dan Gerbang Tol Dalam Kota
Koridor perkantoran seperti Jalan Gatot Subroto dan Jalan HR Rasuna Said hampir selalu dipenuhi kendaraan di sore hari. Banyak perusahaan menyesuaikan jam kerja selama Ramadhan, sehingga arus pulang terjadi bersamaan.
Kepadatan juga merembet ke Tol Dalam Kota, terutama di pintu keluar menuju Bekasi dan Tangerang. Pintu Tol Tomang serta Cawang kerap menjadi titik temu arus kendaraan dari berbagai arah yang hendak keluar Jakarta menjelang berbuka.
Pergeseran Jam Sibuk Selama Ramadhan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat adanya perubahan pola lalu lintas. Jika biasanya puncak kemacetan sore terjadi selepas pukul 17.00 WIB, selama Ramadhan puncaknya justru maju ke rentang 15.00–17.00 WIB. Sementara itu, jam sibuk pagi sedikit bergeser ke sekitar pukul 07.00 WIB.
Artinya, strategi perjalanan pun perlu disesuaikan. Jika memungkinkan, atur jadwal berangkat lebih awal atau tunda perjalanan hingga setelah berbuka. Memanfaatkan transportasi umum atau aplikasi navigasi real-time juga bisa membantu memantau kondisi lalu lintas terkini.
Ramadhan seharusnya jadi momen yang lebih tenang dan penuh makna, bukan waktu yang dihabiskan di tengah kemacetan. Dengan mengetahui titik-titik rawan macet di Jakarta selama Ramadhan 2026, kamu bisa merencanakan perjalanan lebih cermat dan tiba di tujuan tepat waktu, tanpa drama di jalan.