JawaPos.com - Massa Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat, secara khusus menggelar doa bersama untuk para korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Selasa (2/12).
Momen doa yang dipanjatkan oleh massa 212 terasa begitu mendalam. Mereka memohon jutaan korban terdampak diberikan ampunan, kekuatan, dan kesabaran. Diketahui, bencana di Sumatera ini telah menelan korban jiwa ratusan orang dan jutaan lainnya harus mengungsi.
"Ya Allah, mereka mengalami ya Allah. Kami mohon ampuni seluruh dosanya, maafkan semua kesalahannya, jadikan mereka sebagai suhada disisi mu ya Allah. Mereka yang sampai sekarang belum ditemukan, mereka yang dalam keadaan sakit, mereka yang belum menjumpai makanan dan minuman untuk keseharian mereka, mereka yang dalam keadaan kesulitan, kami mohon berikan kesabaran kepada mereka ya Allah, kekuatan kepada mereka ya Allah," ujarnya.
"Gantilah yang hilang dari mereka dengan yang lebih baik ya Allah, kuatkan iman Islam mereka ya Allah, angkat derajat mereka ya Allah," sambungnya.
Selain itu, mereka juga berdoa agar mereka yang menyebabkan bencana alam ini dibukakan mata hatinya. "Bukakan mata hati orang-orang yang ikut andil menjadi penyebab musibah ini ya Allah. Ya Allah kami mohon ampuni dosa-dosa kami," tambahnya.
Data Terbaru Bencana Sumatera: Lebih dari 4 Juta Terdampak
Doa bersama ini digelar di tengah kabar duka dari Sumatera. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data korban terkini akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga Selasa sore (2/12) per pukul 17.11 WIB, data mencatat dampak yang sangat masif.
Rincian Dampak Bencana:
Korban Meninggal: 712 orang
Korban Hilang: 507 orang
Korban Terluka: 2.564 orang
Jumlah Terdampak: 3,3 juta orang
Korban Mengungsi: 1,1 juta orang
Total gabungan korban terdampak dan mengungsi mencapai lebih dari 4,4 juta jiwa.
Agenda Khusus: Salat Gaib Korban Bencana Alam
Juru Bicara Reuni 212, Aziz Yanuar, telah mengonfirmasi bahwa agenda doa khusus untuk korban bencana alam di Sumatra ini sudah dimasukkan dalam rangkaian acara utama. Kegiatan ibadah ini memang menjadi fokus utama menjelang malam hari.
"Pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, dilakukan doa zikir muhasabah istigosah dan shalat gaib korban bencana alam Sumatra," ujar Aziz Yanuar, Selasa (2/11).
Ia menambahkan, rangkaian doa dan munajat ini diharapkan dapat membawa keselamatan bangsa. "Tentu agenda doa-doa khusus untuk bencana Sumatra itu masuk. Doa keselamatan bangsa zikir dan munajat doa. Mungkin akan dipimpin oleh Habib Hanif Alatas," lanjut Aziz.
Selain itu, acara yang bertajuk “Revolusi Akhlak untuk Selamatkan NKRI dari Penjahat dan Merdekakan Palestina dari Penjajah" ini juga akan diisi dengan salat Magrib berjamaah, sambutan tokoh, hingga sesi Maulid Nabi.