← Beranda
Kasus Ledakan SMAN 72, Gubernur Pramono Anung: Stop Bullying, Bisa jadi Pemicu
Ryandi ZahdomoSenin, 10 November 2025 | 18.46 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah) SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan tidak boleh terjadi perundungan atau pembullyan di lingkungan sekolah. Pasalnya, hal itu bisa memicu tindakan negatif yang lebih besar.

Hal ini disampaikan Pramono menanggapi dugaan pelaku peledakan di SMA Negeri 72 merupakan siswa korban bullying.

"Jadi yang paling utama yang bersifat perundungan atau bullying tidak boleh terulang kembali karena ini bisa menjadi motivasi atau pemicu," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (10/11).

Meski begitu, Pramono enggan mengomentari lebih jauh mengenai kasus ledakan di SMAN 72. Sebab, kasus ini masih di tangani oleh kepolisian.

"Tetapi sampai hari ini, karena ini yang berwenang sepenuhnya adalah kepolisian, mari kita tunggu bersama-sama apa yang sebenarnya terjadi. Jadi untuk itu saya tidak komentar, tetapi sekali lagi kita tunggu apa yang menjadi temuan yang sebenarnya," katanya.

"Walaupun ketika saya di lapangan saya mendapatkan beberapa hal tentang itu," sambungnya.

Politikus PDIP ini menambahkan, saat ini kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN 72 berlangsung secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Pembelajaran selama PJJ tidak hanya berisi materi akademik, tetapi juga aktivitas yang mendukung pemulihan emosional siswa. Seperti olahraga ringan, seni, dan kegiatan interaktif bersama wali kelas dan psikologi.

Sebelum pembelajaran daring dimulai, pihak sekolah akan mengundang orang tua siswa untuk menjelaskan langkah-langkah pemulihan yang dilakukan bersama psikolog dan guru.

"Ya memang hari ini dibutuhkan untuk daring. Dan Ibu Kepala Dinas telah memberikan laporan kepada saya, memang hari ini kita izinkan untuk daring," ungkapnya.

Gubernur Pramono Dukung Pemerintah Pusat Blokir Game PUBG

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah pusat memblokir game online bertema perang dan penggunaan senjata api. Game semacam itu umumnya termasuk kategori first-person shooter (FPS) atau battle royale, seperti PUBG.

Kebijakan ini muncul setelah insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, yang diduga melibatkan siswa yang membawa senjata api mainan dan merakit bahan peledak.

"Tentunya pemerintah DKI Jakarta akan memberikan dukungan sepenuhnya apa yang menjadi kebijakan pemerintah untuk mengatasi agar persoalan yang terjadi di SMA 72 tidak terulang kembali," ujar Gubernur Pramono di Balai Kota, Senin (10/11).

Gubernur Pramono mengatakan dirinya memahami betul dampak insiden tersebut karena langsung mendatangi lokasi kejadian.

"Karena kebetulan pada waktu setelah kejadian, saya secara langsung melihat ke lapangan dan juga berdialog dengan para korban, beberapa yang ada di rumah sakit pada waktu itu," katanya.

Ia menegaskan, peristiwa tragis itu tidak boleh terjadi lagi di dunia pendidikan. Karena itu, Pemprov DKI akan mendukung penuh langkah pemerintah pusat dalam membatasi game yang berpotensi memicu perilaku kekerasan.

"Intinya adalah memang ini tidak boleh terulang kembali sehingga apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat, pemerintah Jakarta akan memberikan dukungan sepenuhnya," tegasnya.

EDITOR: Kuswandi