JawaPos.com - Sebuah pagar beton di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, tengah jadi sorotan. Video yang memperlihatkan bangunan tersebut viral di media sosial karena disebut menghalangi akses nelayan untuk melaut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menegaskan pihaknya akan memanggil PT Karya Citra Nusantara (KCN) untuk bertanggung jawab.
"Kami akan memanggil pelaku usaha untuk segera memformulasikan kompensasi dari dampak pembangunan tersebut kepada nelayan," ujar Hasudungan, Rabu (17/9).
Selain kompensasi, Pemprov DKI juga meminta PT KCN memperbaiki kualitas lingkungan laut yang terdampak material tanggul beton.
"Diantaranya dengan mendekatkan fishing ground dengan perbaikan lingkungan perairan dan pemberian rumpon untuk mendekatkan ikan," terangnya.
Hasudungan memastikan nelayan yang terdampak akan didata secara detail agar bantuan tepat sasaran.
"Kami akan pastikan nelayan terdampak terdata dengan baik, serta mendata juga kebutuhan nelayan agar kompensasi yang diberikan tepat sasaran dan tepat guna," tegasnya.
PT KCN Buka Suara
Menanggapi ramainya protes nelayan, Direktur Utama PT KCN, Widodo Setiadi, sebelumnya menyatakan akan melakukan pendataan lebih dulu. Sebab, perusahaan hanya akan fokus pada nelayan yang berada di sekitar Cilincing.
"Karena tadi kami tegaskan, kami akan fokus pada nelayan Cilincing yang kebetulan keberadaannya, tadi kita sudah jelasin ini ada diapit oleh Pelindo dan KCM," terangnya, Jumat (12/9).
Menurut data yang ia pegang, ada sekitar 700 nelayan dengan 1.100 kapal di kawasan Kalibaru–Cilincing–Marunda yang akan menjadi prioritas perhatian.
"Kami akan mencari formula apa yang bisa membantu," imbuh Widodo.
Sebelumnya, video keluhan nelayan terkait tanggul beton ini viral di Instagram. Dalam rekaman tersebut, terdengar seorang nelayan menyebut panjang tanggul mencapai 2–3 kilometer.
"Jadi nelayan kesulitan mencari ikan. Dia harus memutar jauh dengan adanya tanggul beton ini," ucap seorang nelayan dalam video.