JawaPos.com - Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN) Widodo Setiadi buka suara terkait viralnya video tanggul beton di Cilincing, Jakarta Utara, yang dianggap merugikan nelayan setempat. Ia menyatakan akan terlebih dahulu mendata dengan saksama terkait kerugian yang dirasakan nelayan.
"Kami sudah akan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Kelautan Perikanan (DKPKP) Jakarta untuk mendata dulu. Kami takut nanti dalam tanda petik ini nelayan Jakarta atau bukan," ujarnya kepada wartawan dalam konferensi pers di Cilincing, Jumat (12/9).
Pasalnya, ia menyebut bahwa tanggung jawab perusahaannya adalah untuk memperhatikan kondisi nelayan di sekitaran Cilincing, tak termasuk dari nelayan luar daerah tersebut.
"Karena tadi kami tegaskan, kami akan fokus pada nelayan Cilincing yang kebetulan keberaadaabnya, tadi kita sudah jelasin ini ada diapit oleh Pelindo dan KCM," tuturnya.
"Dan kami sudah survei, yang tadi saya usulkan proyek yang memang digagas Pemprov yaitu Kalibaru Cilincing Marunda yang terdata ada 700 nelayan dan 1100 kapal Itulah yang fokus kami," imbuh Widodo.
Adapun untuk mengatasi kerugian yang dialami nelayan dalam masa pembangunan pelabuhan ini, Widodo menyatakan masih terus mencari formula dengan komunitas nelayan setempat.
"Kami akan mencari formula apa yang bisa membantu," pungkasnya.
Sebelumnya, Sebuah tanggul beton di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, mendadak menjadi sorotan publik. Video yang menampilkan keberadaan tanggul tersebut viral di media sosial dan menuai keluhan dari para nelayan.
Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @arie_ngetren, terdengar suara seseorang nelayan menyebut panjang tanggul beton itu mencapai 2-3 kilometer. Tanggul tersebut disebut menghalangi jalur nelayan saat hendak melaut.
"Jadi nelayan kesulitan mencari ikan. Dia harus memutar jauh dengan adanya tanggul beton ini," ucap seorang dalam video yang dikutip Rabu (10/9).