JawaPos.com - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi meresmikan Kafe Difabis di kawasan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (15/11). Kafe tersebut berisikan para pekerja yang berasal dari kelompok penyandang disabilitas. Kafe Difabis merupakan hasil sinergi Baznas Bazis DKI Jakarta dan Dharma Wanita Persatuan Provinsi DKI Jakarta.
Pj Teguh mengatakan, penyandang disabilitas merupakan kelompok rentan yang memiliki keterbatasan dalam mendapatkan pekerjaan. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta berupaya memberikan ruang bekerja bagi penyandang disabilitas agar mereka turut berdaya dan sejahtera.
"Ini juga sebagai usaha kita meningkatkan taraf hidup mereka," ujar Pj Teguh.
Ia berharap, Kafe Difabis bisa menjadi pemantik semangat bagi penyandang disabilitas untuk terus berkarya, salah satunya menjadi barista. Teguh yakin para disabilitas juga memiliki kompetensi dan kemampuan yang tak kalah hebat jika diberikan kesempatan.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 16 November 2024: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
"Sudah banyak contoh, kelompok disabilitas juga memiliki kompetensi dan kemampuan. Jadi, ini adalah hal yang sangat bagus untuk memberikan dukungan kepada mereka," tutur Teguh.
Diketahui, Kafe Difabis telah memiliki sejumlah cabang. Yakni di Terowongan Kendal Dukuh Atas, serta lima Kantor Wali Kota dan Balai Kota Jakarta, dengan penyerapan tenaga kerja disabilitas sebanyak 34 orang.
"Insya Allah, saya dukung Dharma Wanita Persatuan dan Baznas Bazis nanti dapat melanjutkan pengembangan kafe di Kabupaten Kepulauan Seribu," imbuh Teguh.
Sementara itu, Ketua Baznas Bazis DKI Jakarta Ahmad H. Abu Bakar menjelaskan, pihaknya akan terus mengupayakan kelompok disabilitas memiliki kepercayaan diri tinggi dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka. Salah satunya, dengan memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas bekerja di Kafe Difabis ini.
"Harapan kami, program ini dapat menggugah para pemilik perusahaan maupun pemilik usaha untuk menyerap tenaga kerja disabilitas. Sehingga, disabilitas memiliki kesetaraan hak di tengah masyarakat," tuturnya.