JawaPos.com – Limbah busa tebal sempat menutupi Kali Baru Curug, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok pada (27/11).
Busa tebal yang diperkirakan mencapai 5 meter tersebut pada awal munculnya hanya berupa busa tipis, yang kemudian menebal dan kian tinggi hingga hampir menutupi tembok belakang rumah warga di sisi sungai.
Warga menyebut, busa awalnya muncul sekitar pukul 16.00 WIB, lalu mulai menyurut pada pukul 20.00 WIB.
Kejadian munculnya busa di Kota Depok sontak viral dan ramai hingga didatangi banyak orang untuk menonton dan mengambil video atas fenomena tersebut.
Saat ramai di media sosial, selain penasaran apa penyebab dari limbah gumpalan busa tebal yang muncul di Depok, warganet juga menjadikan peristiwa kemunculan busa ini sebagai hiburan.
Banyak yang berceletuk ‘Negeri di atas awan’ atau ‘Salju di Depok’ pada kolom komentar postingan video yang melaporkan.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Pemkot Kota Depok, serta pemadam kebakaran pun akhirnya turun tangan menyelidiki penyebab dari busa tebal yang menutupi Kali Baru ini.
Sementara pemadam kebakaran mencoba menghilangkan busa agar tidak semakin meninggi, DLHK dan Pemkot mengatakan dugaan kemunculan busa bisa jadi dari limbah buangan pabrik sekitar sungai atau detergen yang teraduk.
Karena, pergantian musim menyebabkan limbah domestik seperti deterjen yang mengendap di bawah kali teraduk sehingga menimbulkan busa.
Ditambah, aliran air yang mengalir deras dari atas ke bawah menambah tebalnya buih.
Meski demikian, warga berkata bahwa busa tersebut tidak beraroma wangi, melainkan berbau tajam yang sedap.
Warga juga tidak berani menyentuh busa meskipun busa tersebut terlihat lembut dan putih bersih.
Kepala DLHK Kota Depok, Abdul Rahman atau yang akrab dipanggil Abra mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim untuk menyelidiki asal usul dari limbah busa dengan cara menyusuri sungai dan memeriksa setiap pabrik atau perumahan yang dilewati oleh Kali Baru.
Hal tersebut dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi hal serupa karena selain mencemari lingkungan, fenomena gumpalan busa tebal ini juga mengganggu kenyamanan dan mengancam kesehatan warga sekitar.
Selain itu, pada (28/11) Tim Gegana Polda Metro Jaya juga diturunkan ke lokasi untuk mengecek kadar air di Kali Baru.
Pengecekan oleh Tim Gegana dilakukan karena takut air sungai masih mengandung gas berbahaya atau sejenisnya.
Setelah pengecekan, hasilnya air sungai Kali Baru dinyatakan aman.