JawaPos.com - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menyatakan partai politik di Indonesia tak dapat dipercaya untuk melakukan filter terhadap calon legislatif yang akan bertarung di Pemilu. Hal itu menanggapi dicalonkannya Cinta Mega sebagai caleg DKI oleh PAN.
Padahal, Cinta Mega baru dipecat sebagai anggota DPRD DKI oleh PDI-P lantaran main judi slot saat rapat paripurna.
"Partai mah ngga bisa diharapkan untuk memfilter para calon yang bermasalah dalam Daftar Calon mereka," kata Lucius saat dihubungi wartawan, Selasa (10/10).
Baca Juga: Kemenkeu Lelang PS5 hingga Kulkas Multidoor mulai Rp 1 Juta dan Rice Cooker mulai Rp 100 Ribu
Namun begitu, ia mengaku tak masalah Cinta Mega kembali mencalonkan diri sebagai caleg. Pasalnya, Lucius mengatakan bahwa ia sudah disanksi dan masyarakat pun tahu.
"Dan informasi terkait sosok Cinta Mega yang diduga main judi slot itu sudah diketahui pemilih mestinya," ucapnya.
"Jadi kalaupun PAN mengusungnya kembali dalam Daftar Calon DPRD DKI, seharusnya pemilih bisa menjadikan informasi soal perilakunya itu menjadi bahan pertimbangan untuk tidak memilihnya kembali," tandas Lucius.
Sebelumnya, mantan Anggota DPRD DKI Jakarta Cinta Mega kembali mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif DPRD DKI pada 2024 mendatang dari Partai Amanat Nasional (PAN). Ia berpindah partai dari yang sebelumnya, yaitu PDI-P.
"Iya benar, yang bersangkutan mendaftar di calon anggota DPRD (DKI) dari partai PAN," kata Anggota KPU DKI Dody Wijaya saat dihubungi wartawan, Selasa (10/10).