JawaPos.com - Ibu berinisial GAH, 65, dan anak berinisial DAW, 38, yang tewas tinggal kerangka di Depok terkenal jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. Bahkan, keluarga itu tak mau masuk dalam grup WhatsApp warga sekitar.
"Nggak mau, tapi ada grup WA (warga). Tapi dia tidak mau masuk grup WA," kata tetangga korban, Ratna Ningsih Trinyoto, 71, kepada wartawan, Jumat (8/9).
"Jadi ya seperti lu lu, gue gue, tapi saya berusaha membaiki dia yuk bu jalan pagi sekali-kali," imbuhnya.
Namun, terakhir kali ketika dirinya mengajak DAW untuk lari santai pada sekitar dua bulan lalu, ajakan itu pun ditolak oleh yang bersangkutan.
Meski begitu, Ratna mengatakan bahwa setelah menemukan kondisi mayat tragis ibu dan anak itu, warga mengaku masih syok dan masih terus menjadi pembicaraan.
Baca Juga: Sudah Membusuk, Luka di Jasad Ibu dan Anak yang Tinggal Kerangka di Depok Belum Diidentifikasi
"Syok pasti ya. Tadi saya gak mau liat fotonya ada yang ngeshare di WA, saya minta hapus jangan dishare. Itu bukan sesuatu yang bagus untuk dishare," pungkasnya.
Sebelumnya, dua mayat tinggal tengkorak dan kerangka tubuh ditemukan di salah satu rumah di Perum Bukit Cinere Indah, Jalan Pesanggrahan, Cinere, Kota Depok, Kamis (7/9). Dua mayat berinisial GAH, 65, dan DAW, 38, itu diduga merupakan ibu dan anak.
"Kedua korban ditemukan diruang kamar mandi yang tidak terkunci dalam keadaan sudah tidak bisa diidentifikasi (tinggal tengkorak)," kata Kaur Humas Polres Metro Depok Iptu Made Budi dalam keterangannya kepada wartawan.
Ia mengatakan, penemuan mayat ibu dan anak yang tinggal tengkorak itu bermula saat warga perumahan tersebut memberitahukan kepada petugas keamanan bahwa korban sudah tak keluar rumah hampir satu bulan.
"Akhirya saksi mengajak pak RT untuk bersama-sama mengecek ke rumahnya," kata Budi.
"Dan saksi mencoba masuk ke dalam pagar, lalu membuka garasi rumah dan mencium bau tidak sedap dari ruang kamar mandi," sambungnya.