JawaPos.com - I'tikaf merupakan kegiatan yang dianjurkan dilakukan oleh umat Islam, terutama pada bulan suci Ramadhan.
Sebelum melaksanakannya, penting bagi umat Islam untuk mengetahui syarat dan tata caranya supaya i'tikaf yang kita laksanakan mendatangkan pahala dan kebaikan.
I'tikaf merupakan ibadah sunnah yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah.
I'tikaf dilakukan dengan berdiam diri di masjid dan memperbanyak ibadah.
Pengertian I’tikaf
Secara bahasa, i’tikaf berarti berdiam diri atau menetap pada sesuatu. Sedangkan secara istilah, i’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah dalam waktu tertentu.
Ibadah i'tikaf ini sangat dianjurkan untuk dilakukan, terutama pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan dengan harapan dapat meraih malam yang lebih baik dari seribu bulan, Malam Lailatul Qadar.
Syarat I'tikaf di Masjid
Agar i’tikaf sah dan diterima, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi yaitu:
1. Beragama Islam
I’tikaf hanya sah dilakukan oleh orang yang beragama Islam atua seorang muslim.
2. Berakal Sehat
Orang yang tidak sadar atau mengalami gangguan akal tidak sah melakukan i’tikaf.
3. Niat
Niat merupakan syarat utama dalam setiap ibadah. Niat i’tikaf cukup di dalam hati untuk berdiam diri di masjid karena Allah.
Berikut Niat I'tikaf:
نويت الاعتكاف لله تعالي
Latin:
“Nawaitul I'tikaf Lillahi Ta’ala”
Artinya:
“Saya niat i’tikaf karena Allah Ta’ala.”
4. Dilakukan di Masjid
I’tikaf harus dilakukan di masjid. Mayoritas ulama berpendapat masjid yang digunakan sebaiknya masjid yang digunakan untuk shalat berjamaah.
Sebagian ulama lebih mengutamakan masjid yang menyelenggarakan shalat Jumat.
5. Suci dari Hadats Besar
Orang yang sedang junub atau wanita haid tidak diperbolehkan melakukan i’tikaf hingga dalam keadaan suci.
Tata Cara Itikaf di Masjid
Setelah mengetahui syaratnya, berikut tata cara i’tikaf yang bisa dilakukan:
1. Meluruskan Niat
Datang ke masjid dengan niat khusus untuk i’tikaf dan mendekatkan diri kepada Allah.
2. Menentukan Waktu
I’tikaf bisa dilakukan kapan saja, bahkan dalam waktu singkat sekalipun menurut sebagian ulama. Namun yang paling utama adalah pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan.
Biasanya i’tikaf dimulai sebelum matahari terbenam pada malam ke-21 Ramadhan.
3. Memperbanyak Ibadah
Selama i’tikaf, dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah, membaca Alquran, berdzikir, berdoa, hingga muhasabah diri.
Tidak melakukan aktivitas duniawi seperti bermain handphone atau mengobrol yang tidak perlu agar tetap fokus pada kegiatan ibadah.
4. Tidak Keluar Masjid Tanpa Alasan Syar’i
Orang yang beri’tikaf tidak boleh keluar masjid kecuali untuk kebutuhan mendesak, seperti buang hajat, dll.
5. Menjaga Adab di Masjid
Selama i’tikaf, penting menjaga kebersihan, ketertiban, dan tidak mengganggu jamaah lain.
Hal yang Membatalkan Itikaf
Beberapa hal yang dapat membatalkan i’tikaf antara lain, keluar dari masjid tanpa kebutuhan mendesak, hilang akal seperti gila atau pingsan, murtad, dan berhubungan suami istri.
Hikmah I’tikaf
Melaksanakan i’tikaf memberikan banyak manfaat spiritual, di antaranya membersihkan hati dari kesibukan dunia, meningkatkan kekhusyukan ibadah, melatih kesabaran dan keikhlasan, serta mendekatkan diri kepada Allah.