JawaPos.com - Menjelang bulan suci Ramadhan 2026 yang tinggal satu bulan lagi, ada baiknya kita membaca artikel tentang puasa. Ini penting agar saat bulan penuh berkah dan ampunan itu tiba, kita dapat lebih optimal dalam menjalankan serangkaian ibadah, terutama yang inti yaitu ibadah puasa.
Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang menuntut adanya kesiapan fisik dan mental. Banyak orang mengeluhkan tubuh lemas, cepat lapar, hingga sulit fokus saat melaksanakan ibadah puasa.
Salah satu penyebab utamanya adalah pola makan yang kurang tepat saat sahur dan berbuka puasa. Dengan pengaturan pola makan yang benar, puasa justru bisa dijalani dengan lebih ringan dan tubuh akan tetap bertenaga sepanjang hari.
Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 12 jam. Oleh karena itu, memastikan pola makan terbaik menjadi kunci utama tubuh akan tetap sehat dan bertenaga sepanjang hari.
Menurut artikel di laman website Kementerian Kesehatan RI, selama berpuasa, tubuh tetep membutuhkan energi, protein, vitamin, mineral, dan cairan dalam jumlah yang cukup. Itu harus dipenuhi saat berbuka puasa, lebih-lebih pada saat sahur.
Pola makan yang seimbang akan membantu menjaga kadar gula darah dalam tubuh tetap stabil, mencegah dehidrasi, dan mendukung stamina serta konsentrasi.
Jenis asupan makanan terbaik saat berpuasa sangat penting. Kualitas makanan jauh lebih penting dibandingkan dengan kuantitas.
Berikut 7 pola makan terbaik agar ketika melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dan tetap bertenaga seharian.
1. Utamakan Karbohidrat Kompleks Saat Sahur
Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, kentang, dan ubi dicerna lebih lambat oleh tubuh. Hal ini membuat energi dilepaskan secara bertahap sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama dan tubuh tidak mudah lemas saat berpuasa.
Hindari karbohidrat sederhana seperti makanan manis berlebihan karena dapat menyebabkan gula darah naik cepat lalu turun drastis, yang akan membuat tubuh mudah lelah.
2. Asupan Protein yang Cukup
Protein berperan penting dalam menjaga massa otot dan membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Sumber protein yang dianjurkan antara lain; telur, ikan, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
Mengonsumsi protein saat sahur dan berbuka dapat membantu menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
3. Lemak Sehat
Lemak sehat berfungsi sebagai cadangan energi dan membantu penyerapan vitamin. Pilihlah lemak sehat dari alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan ikan berlemak seperti salmon.
Namun, tetap batasi konsumsi gorengan karena lemak jenuh berlebih dapat membuat pencernaan berat dan tubuh bakal terasa lesu saat berpuasa.
4. Perbanyak Sayur dan Buah
Serat membantu melancarkan pencernaan dan menjaga rasa kenyang lebih lama. Konsumsi sayuran hijau, wortel, brokoli, bayam, serta buah seperti apel, pir, kurma, dan pepaya sangat dianjurkan selama Ramadhan.
Buah juga membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang penting untuk daya tahan tubuh saat berpuasa.
5. Pola Minum
Pola minum sangat penting di bulan Ramadhan. Dehidrasi sering menjadi penyebab utama tubuh terasa lemas saat berpuasa. Terapkan pola minum 2-4-2. Dua gelas saat berbuka, empat gelas pada malam hari, dan dua gelas ketika sahur.
Hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh berlebihan karena bisa mengakibatkan lebih sering buang air kecil, sehingga dapat mempercepat tubuh kehilangan cairan.
6. Berbuka Puasa Secukupnya dan Bertahap
Saat berbuka, awali dengan air putih dan kurma untuk mengembalikan energi secara perlahan. Hindari langsung mengonsumsi makanan berat dalam jumlah besar karena dapat membuat tubuh mengantuk dan tidak nyaman.
Berbuka secara bertahap membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal dan stamina terjaga.
7. Batasi Makanan Tinggi Gula dan Garam
Makanan tinggi gula dapat memicu lonjakan energi sesaat lalu menyebabkan tubuh cepat lemas. Sementara makanan tinggi garam akan meningkatkan risiko dehidrasi. Mengurangi kedua jenis makanan ini akan membantu tubuh tetap segar dan bertenaga saat puasa Ramadhan.