← Beranda
Selat Hormuz Tetap Tutup, Iran Minta AS Penuhi Tujuh Syarat Damai
Antara• Senin, 12 Oktober 2026 | 17.26 WIB
Sebuah perahu kecil berlayar melewati kapal kargo dan kapal komersial lainnya yang berlabuh di Selat Hormuz di lepas pantai Bandar Abbas, Iran, Rabu, 5 Agustus 2026. (Amirhosein Khorgooi/ISNA via AP)

JawaPos.com - Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan pihaknya tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sampai Amerika Serikat menerima rencana tujuh poin usulan Iran terkait penyelesaian damai yang disampaikan melalui Qatar pada September lalu.

"Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai tujuh syarat Iran dipenuhi. Pihak Amerika mencoba berkomunikasi dengan kami melalui tiga jalur, yakni Irak, Pakistan, dan Qatar," kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, kepada saluran televisi Iran Press TV, Minggu (11/10).

Rezaei menambahkan AS telah menanggapi syarat-syarat Iran itu dan menerima sebagian di antaranya. "Namun, tanggapan mereka terhadap syarat-syarat lainnya masih samar," kata Rezaei.

Baca Juga: IDAI Ingatkan 3 Bahaya Telur Mentah Buat Bayi, Sampai 6 Bulan ASI Masih Asupan Utama

Dia juga menuding setiap kali Iran kembali duduk di meja perundingan dengan AS, Pentagon kembali melancarkan serangan ke Iran.

Sehingga hal itu dianggap sebagai bentuk pengkhianatan yang jelas dari AS, tambah Rezaei.

Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah sasaran di Iran, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan balasan.

Pada Maret, AS dan Israel juga menyerang target di ladang gas South Pars dan kawasan industri Assaluyeh di Iran selatan.

Kemudian, pada pertengahan Juni, Iran dan AS menandatangani memorandum untuk menghentikan permusuhan. Namun, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan tidak lama setelah kesepakatan tersebut.

Baca Juga: PKB Dukung 1000 % Buat Prabowo Dua Periode, Realisasi Program MBG hingga Kopdes Jadi Alasannya

Hingga kini, konflik antara Iran dan AS masih belum terselesaikan. Eskalasi konflik tersebut hampir menghentikan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan minyak, produk minyak, dan gas alam cair dunia.

Gangguan pelayaran melalui jalur strategis tersebut turut mendorong kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

EDITOR: Bintang Pradewo