JawaPos.com - Lebih dari 45.000 siswa di seluruh Jerman meninggalkan kelas pada Jumat (25/9) untuk memprotes usulan wajib militer. Hal ini setelah ratusan di antara mereka dipanggil untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Inisiatif Aksi Mogok Sekolah Menentang Wajib Militer (School Strike Against Conscription) menyatakan bahwa demonstrasi berlangsung di lebih dari 100 kota setelah Kementerian Pertahanan Jerman mulai memanggil pria berusia 18 tahun untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Pihak penyelenggara menyebutkan bahwa ratusan pemuda yang menyatakan sama sekali tidak berminat (skor 0 dari 10) untuk masuk militer juga turut dipanggil.
Golo Krisch, seorang siswa berusia 18 tahun asal Kiel, mengatakan bahwa surat panggilan telah tiba meskipun sebelumnya mereka diberi tahu bahwa panggilan itu baru akan datang tahun depan.
"Kami diberi tahu bahwa ini soal kesukarelaan, dan pemeriksaan kesehatan baru akan dilakukan pada 2027. Namun, saya sudah menerima surat panggilan di kotak surat saya setahun lebih awal," ujarnya dilansir dari Antara, Sabtu (26/9).
"Bundeswehr (angkatan bersenjata) menyatakan bahwa kewajiban tersebut sudah berlaku sekarang. Kami tidak akan membiarkan diri kami dipaksa menjalani pemeriksaan kesehatan hari ini, dan kami tidak akan masuk ke barak militer besok," katanya lagi.
Para siswa yang turun ke jalan pada Jumat menuntut penghentian pemeriksaan kesehatan paksa, pencabutan undang-undang wajib militer yang baru, serta penghentian langkah-langkah yang mereka sebut sebagai upaya bertahap untuk mengembalikan sistem wajib militer.
Undang-undang wajib militer Jerman yang baru, yang mulai berlaku pada awal 2026, mewajibkan semua pria yang menginjak usia 18 tahun untuk mengisi kuesioner guna menilai kebugaran, keterampilan, dan minat mereka untuk bergabung dengan angkatan bersenjata.
Meskipun sistem saat ini masih bersifat sukarela, para pengunjuk rasa berpendapat bahwa pemerintah bertujuan untuk memberlakukan kembali wajib militer secara bertahap, dimulai dengan pengisian kuesioner wajib tahun ini.
Pemeriksaan kesehatan bersifat wajib bagi pria yang lahir pada 2008 atau setelahnya, namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap karena keterbatasan kapasitas. Pemeriksaan berskala nasional dijadwalkan akan dimulai pada pertengahan tahun 2027.
Undang-undang wajib militer yang baru tersebut bertujuan untuk mengatasi kekurangan personel kronis di angkatan bersenjata Jerman, yang saat ini memiliki sekitar 186.400 tentara aktif.
Di tengah krisis internasional yang semakin meningkat dan upaya untuk memenuhi target Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Kementerian Pertahanan berencana memperbesar jumlah personel militer menjadi lebih dari 260.000 orang pada 2035.
Baca Juga: Kanselir Jerman Pertanyakan Efektivitas Operasi Militer AS-Israel di Iran
Hal itu membutuhkan perekrutan 20.000 personel setiap tahunnya, dan banyak analis menilai target tersebut sulit dicapai hanya melalui sistem sukarela.
Jika perekrutan sukarela tidak mencukupi, parlemen harus meninjau kembali undang-undang terkait dan dapat mempertimbangkan sistem wajib militer yang didasarkan pada kebutuhan atau bahkan wajib militer penuh.